NTT Akan Inventarisir Pulau Terluar
Selasa, 20 Februari 2007 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Piet A. Tallo mengatakan pemerintah daerah akan segera menginventarisasi pulau-pulau yang berbatasan dengan Australia.
"Kami akan inventarisir pulau terluar, selama ini banyak pulau yang tidak terawat," kata Piet saat menjamu
Menteri Dalam Negeri M. Maruf yang melakukan kunjungan kerja di NTT, Selasa.
Inventarisir itu, kata dia, sebagai evaluasi jumlah pulau yang ada di NTT. Sebab, selama ini banyak pulau yang tidak bernama atau hanya dinamai oleh nelayan sehingga perlu dikaji kembali.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mulai membangun pulau yang tidak berpenghuni. "Pembangunan itu untuk menghindari lepasnya pulau itu dari Indonesia,"
kata dia.
Menteri Dalam Negeri M Ma'ruf mengatakan agar pemerintah daerah di perbatasan mengevaluasi pulau yang terluar dan melakukan penamaan. Hal itu, kata dia, untuk menghindari pengalaman lepasnya pulau ligitan dan pulau Simpadan. "Kita punya 17 ribu pulau, namun baru 6 ribu pulau yang terlah dinamai," kata Maruf. Dia mengharapkan agar penamaan itu segera dilakukan. "Orientasi selanjutnya kata dia adalah pembangunan dan pengembangan potensi pulau terluar," katanya.
Menurut Ma'ruf, dari 92 pulau terluar, yang dinamai baru 12 pulau. Ia mentargetkan, program penamaan pulau terluar akan selesai Agustus tahun ini. "Kita sudah diminta Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melaporkan pulau yang berbatasan dengan negara lain," katanya. Eko Ari Wibowo





