close

Remaja Bali Mentolerir Seks Pranikah

Jum'at, 23 Februari 2007 | 14:11 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:Sebanyak 28,6 % remaja di Bali memandang seks pranikah sebagai hal yang boleh dilakukan. Dari jumlah itu 15,5 % diantaranya memandang hal itu tanpa syarat, dan 13,1 % membolehkannya dengan syarat hubungan seks pra nikah itu dilanjutkan ke pernikahan.

Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian Komite Kerjasama Fakultas Ekonomi Universitas (KKS FE) Universitas Udayana (Unud) dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bali. "64,5% menyatakan tidak setuju dan sekitar 6,9% tidak mempunyai pandangan," kata Wakil Ketua KKS FE Unud Dr. I.G.W. Murjana, Jum'at (23/2).

Dari penelitian yang melibatkan 1.168 responden remaja di 9 kabupaten/kota di Bali itu terlihat pula bahwa remaja yang beranggapan seks pranikah sebagai hal yang biasa 23,5 % berlatar belakang pendidikan SLTA, 20,7 %
Perguruan Tinggi, dan 13,1 % berpendidikan SMP. Mereka yang membolehkan dengan syarat harus menikah 27,6 % dari PT, 19,1 % dari SLTA dan 11,8 % dari SMP.

Yang mengejutkan, kata Murjana, mereka yang menyetujui seks pranikah sebagian besar malah bukan berasal dari wilayah perkotaan seperti di Denpasar. Tetapi justru di kabupaten-kabupaten lain di Bali seperti Buleleng dan Karangasem. " Ini memerlukan penelitian lebih lanjut" sebut Murjana.

Dari riset juga diketahui hampir semua remaja atau sekitar 95,5% mengetahui apa itu seks dan kesehatan reproduksi remaja. Tetapi pengetahuan mereka tersebut sebatas di permukaan saja. Jika ditanya secara detail, kebanyakan dari mereka tidak mengetahuinya. Misalnya, mengenai usia kawin yang ideal serta dampaknya bila dilakukan pelanggaran.

Remaja , sebut Murjana, lebih banyak memilih guru sebagai media yang tepat dalam memberikan pengetahuan seks maupun kesehatan reproduksi remaja untuk mereka dibandingkan dengan orang tua.

Karenanya, penelitian merekomendasikan agar pengetahuan mereka tentang seks maupun kesehatan reproduksi harus diadopsi dalam kurikulum sekolah. Di setiap kelas harus
diberikan pelajaran khusus mengenai hal tersebut, tidak hanya kelas IPA pada pelajaran biologi seperti selama ini.

Pendidikan seks dan kesehatan reproduksi remaja, kata dia, paling baik diberikan pada siswa mulai dari SLTP. Alasannya karena pada usia tersebut seorang anak mulai akil balik menjadi remaja, sehingga perlu diberikan pelajaran mengenai perubahan-perubahan di dalam dirinya. Rofiqi Hasan

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [4] :

  • Haiiiiiiiiiiiiiii...

    Menurutku sex bebas itu sah-sah aja.....
    asal yang diajak ngelakuinnya mau bertanggung jawab..........
    so, sex itu penting kita gak sempurna tanpa tau tentang sex........
    bagi temen2 semua khususnya perempuan jangan salah pilih!!!!!!!!
    pilih yang mau bertanggung jawab!!!!!!!

  • Hehehehe

    hehehe emg klo pacaran g cukup dengan peluk N French kiss ???
    plus raba ???
    rasanya smua orang yg pacaran udh ky gitu kan skrg ??
    masih perlu smpe ke seks segala ??
    ngapain ????
    mending,yg pantas2 aja dech ....

  • Seks pra nikah

    Pandangan remaja yang menganggap seks pranikah adalah hal yang wajar perlu diluruskan, sebab bagaimanapun alasannya seks tanpa adanya ikatan perkawinan adalah dosa. yang kedua Karena mereka melakukannya secara tidak syah sehingga ini akan menimbulkan berbagai macam penyakit., baik itu penyakit fisik seperti penyakit kulit, lebih jauh lagi AIDS serta penyakit mental. Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus maka merupakan preseden buruk bagi generasi kita yang akan datang. Orang tua sangat berperan dalam memberikan pengawasan dan pendidikan seks. Orang tua harus berani memberikan pendidikan seks pada anak-anak mereka sejak dini, pendidikan seks disini bukan mengajarkan bagaimana melakukan hubungan seks tetapi bagaimana memperkenalkan seks kepada anak secara proporsional. Seperti mengajarkan organ-organ reproduksi yang harus dijaga kesehatannya. Ajarkan kepada anak-anak agar mengetuk pintu sebelum masuk kamar tidur ataupun kamar mandi. Beri penjelasan yang jelas tapi tidak menjurus kepada hal yang porno.

  • Seks bebas

    Jangan di lakukan ndak ketagian

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan