KPK Kehabisan Jawaban Soal Penunjukan Langsung

Senin, 26 Februari 2007 | 22:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dewan Perwakilan Rakyat terus mempertanyakan penunjukan langsung dalam pengadan barang di Komisi Pemberantasan Korupsi dan Departemen Hukum dan HAM dalam rapat kerja di Komisi Hukum DPR, Senin (26/2).

Ketua KPK Taufierahman Ruki menyatakan sudah tidak tahu harus bagaimana lagi menjawab pertanyaan sejumlah anggota parlemen yang beriulang-ulang mempertanyakan hal yang sama. "Saya tidak tahu lagi harus jawab apa, saya sudah kehabisan jawaban" kata Ruki yang mengikuti rapat sejak pukul 8.30 pagi dan masih berjalan hingga pukul 22.00 WIB.

Menurut Ruki, KPK sudah secara terbuka terhadap Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit dan ditindaklanjuti jika ada indikasi korupsi.

Namun,Anggota Komisi Hukum Gayus Lumbun menilai audit tidak akan memperjelas persoalan. “Audit apa yang memperjelas, yang menjamin adalah penyidikan," katanya.

Tak hanya Gayus, anggota komisi Benny K Harman, Mayasak, dan Arbab Paproeka masih terus mempertanyakan penunjukan langsung dengan dasar Keputusan Presiden No. 80 tahun 2003.

Anggota komisi hukum dari fraksi Partai Amanat Nasional Patrialis Akbar mendukung Ruki. Menurut dia audit akan memperjelas apakah ada indikasi kerugian dalam suatu pengadaan barang. Melalui audit dapat diketahui penyebab indikasi kerugian, apakah tidak sesuai prosedur, atau menyalahi kewenangan. "Audit satu-satunya jalan terakhir," ujarnya.

Aqida






Komentar Anda

Kirim