Pemerintah Bahas Rencana Suntikan Dana Untuk PT KAI
Rabu, 28 Februari 2007 | 13:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Kereta Api Indonesia (KAI) kekurangan dana pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 1,4 triliun pertahun.
Menurut Menteri Perhubungan, Hatta Radjasa, dana pemeliharaan itu sangat penting untuk meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Pemeliharaan menyangkut pembangunan infrastruktur, mengganti rel dan bantalan yang sudah tua, serta peremajaan gerbong dan lokomotif.
"Adanya satu biaya pemeliharaan yang kurang ini harus kita pecahkan," kata dia kepada wartawan di sela-sela peninjauan stasiun kereta api Cirebon bersama Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Rabu (28/2).
PT KAI setiap tahunnya membutuhkan dana pemeliharaan sebanyak Rp 2,2 triliun per tahun, sementara dana yang tersedia hanya Rp 800 miliar. Dalam rapat sektor perhubungan di atas kereta kepresidenan hari ini, kata Hatta, antara lain membicarakan opsi menyuntikkan biaya ke PT KAI untuk menutup kekurangan itu.
Opsi tersebut menjadi salah satu alternatif pilihan karena pendapatan perusahaan kereta api pelat merah tidak mencukupi kebutuhan biaya pemeliharaan. Namun, pemerintah masih membahas sumber dana yang akan dikucurkan itu. Oktamandjaya Wiguna





