Presiden Ajak RRT Investasi di Indonesia
Rabu, 28 Februari 2007 | 23:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk berinvestasi di Indonesia. "Pemerintah mengundang RRT untuk dapat menangkap peluang bisnis dan menanamkan modalnya di Indonesia," kata presiden dalam sambutannya di acara perayaan Indonesia Bersatu, 50 tahun kerjasama kebudayaan RI - RRT di Pekan Arena Jakarta, Rabu (28/2), malam.
Pada kesempatan itu, presiden menjanjikan pemberian jaminan keamanan dan insentif yang lebih baik bagi investor, khususnya dari RRT. "Kami berupaya memberikan itu," katanya.
Selain itu, presiden juga mempromosikan pariwisata dan kebudayaan Indonesia. "Indonesia adalah negara yang indah dan menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan dari RRT," katanya. Dia mencontohkan salah satu tradisi bangsa Tiongkok yang masih ada di Indonesia adalah cara masyarakat Singkawang, Kalimantan Barat dalam membuat perahu yang berasal dari Dinasti Ching. "Sekarang tradisi ini bahkan sudah punah di negerinya sendiri," katanya.
Dalam pidatonya, presiden juga menyinggung kesepakatan yang pernah ditandatangani oleh Presiden SBY dan Presiden RRT Hu Jhin Tao pada 25 April 2005. Kesepakatan itu, kata presiden, berisi tentang prinsip kesetaraan dan kepercayaan yang mencakup tiga bidang, yakni politik, hukum dan keamanan; ekonomi dan perdagangan; sosial dan pariwisata.
Pemerintah, kata dia, menjamin kebebasan bagi setiap orang untuk mengembangkan kebudayaannya. Jaminan itu, jelas presiden, tercermin dari Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan. "Sehingga tidak ada lagi istilah pribumi dan non pribumi," katanya. Perayaan imlek misalnya, lanjut dia, telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. "Imlek sudah menjadi hari libur nasional bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.
Perayaan Indonesia Bersatu akan berlangsung pada 28 Februari sampai 4 Maret 2007 dimeriahkan dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan membuat lampion kapal terpanjang yang diberi nama Lampion Kapal Kaisar. Lampion kapal itu berukuran panjang 22 meter, lebar 7 meter, tinggi 16,5 meter dengan berat 4 ton. Rekor ini mengalahkan rekor sebelumnya, yaitu Kapal Laksamana Cengho yang dibuat di Semarang pada tahun 2005 dengan panjang 18 meter.
Rini Kustiani





