IDI: Indonesia Kekurangan Dokter
Jum'at, 02 Maret 2007 | 16:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Fachmi Idris menyatakan rasio dokter di Indonesia masih jauh dari angka ideal, satu dokter untuk 2.500 penduduk.
Dari kebutuhan dokter umum 80 ribu orang, saat ini baru terpenuhi 50 ribu orang dokter umum. Bahkan, dibutuhkan waktu lebih dari 40 tahun untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis bedah.
"Kita masih membutuhkan tambahan 30 ribu dokter umum," kata Fachmi usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Jumat.
Saat ini jumlah dokter mencapai 70 ribu orang. Terdiri dari dokter umum 50 ribu, dan dokter spesialis 20 ribu. Lulusan dokter per tahun hanya 5.000 orang. Dari lulusan dokter baru ini, hanya 2.500 yang meneruskan profesi sebagai dokter. "Sisanya memilih berprofesi lain," ujarnya.
Untuk dokter spesialis, kata Fachmi, kekurangannya masih sangat besar. Misalnya, dokter spesialis bedah dibutuhkan 50 ribu orang. Saat ini baru terdapat 5 ribu dokter bedah. Sedangkan tambahan dokter spesialis obstetri dan ginekologi hanya 200 orang per tahun. "Itu pun sebagian besar berdomisili di kota besar seperti Jakarta," ujarnya. Akibatnya, di daerah kekurangan tenaga dokter spesialis. Sutarto





