Presiden: Tebar Pesona Seni Berpolitik
Minggu, 04 Maret 2007 | 15:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dapat menerima sindiran melakukan tebar pesona yang dilontarkan bekas presiden Megawati Soekarnoputri.
"Saya keliling ke daerah, berdialog dengan rakyat dan memberi contoh mengatasi masalah. Meskipun sebagian mengatakan tebar pesona, ya inilah seninya berpolitik. Saya harus siap menerima kritik seperti itu," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat memberi pengarahan pada anggota legislatif dari Partai Demokrat di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (4/3).
Yudhoyono menambahkan, kunjungannya ke daerah itu sebagai cara sudah tepat. "Kalau Presiden hanya di belakang meja, ah... Presiden kok nggak turun. Kok jauh dari rakyat..., kok hanya di Jakarta, kok ini..., kok itu...," ujarnya.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada pidato ulang tahun partainya di Bali, 10 Januari lalu meminta pemerintah menghentikan kegiatan yang sekedar untuk memoles citra di mata rakyat.
”Rakyat ingin melihat rangkaian kenyataan bukan akan, akan dan akan. Kurangi kegiatan tebar pesona dan tunjukkan tebar kinerja,” ujar Megawati kala itu.
Menurut Yudhoyono, kunjungannya ke daerah itu juga sebagai bentuk tugas Presiden untuk supervisi dan membantu pemerintah daerah dalam memecahkan persoalan rakyat.
Sutarto





