Pesan Terakhir Koesnadi, Ajak UGM Mengembangkan Universitas Gunung Kidul
Kamis, 08 Maret 2007 | 13:35 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Ribuan pelayat mengatar jenazah Prof Dr H Koesnadi Hardjosoemnatri SH ML pukul 13.00 WIB menuju pemakaman keluarga besar Universitas Gadjah Mada di Sawit Sari, Sleman, Yogyakarta.
Sejumlah tokoh hadir termasuk adik sepupu Koesnadi, Eryana Hajapamekas yang menjadi anggota Komisi Pemberantasan Korupsi.
Rektor UGM Sofyan Efendi dalam sambutannya menyatakan dirinya bertemu terakhir kali dengan Koesnadi pada Jumat (2/3) di ruang rektorat.
"Beliau mengajak saya khususnya UGM untuk mengembangkan Universitas Gunung Kidul yang kondisinya sangat memprihatinkan, Pak Koesnadi berharap pendidikan di Gunung Kidul bisa seimbang dengan Kota Yogyakarta maupun Sleman. Namun cita-cita itu belum terwujud," kata Sofyan.
Selama masa hidupnya Koesnadi merupakan sosok dosen yang demokratis dan dikenal mempunyai kepedulian pengembangan budaya yang sangat besar. Koesnadi sejak dikukuhkan menjadi guru besar pada April 1985 sampai sekarang, kata Sofyan, masih aktif dalam dunia pendidikan maupun pengembangan budaya.
"Kami betul-betul sangat kehilangan karena diusianya yang sudah sepuh beliau masih sangat kelihatan sehat, energik dan mampu menjadi pengayom bagi juniornya," katanya.
Koesnadi meninggal dalam kecelakaan Garuda Indonesia yang terbakar daat gagal mendarat di Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta kemarin. Almarhum diketahui meninggal setelah tim dokter Rumah Sakit Sardjito mengidentifikasi 21 mayat penumpang pesawat yang terbakar.
Syaiful Amin





