close

Tujuh Pendaki Rinjani Tewas

Minggu, 11 Maret 2007 | 19:25 WIB

TEMPO Interaktif, Lombok:
Tujuh pendaki Gunung Rinjani di Lombok ditemukan tewas sekitar 10 jam perjalanan dari pos pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani (dengan ketinggian puncak 3726 meter dari permukaan laut) di Desa Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Mereka ditemukan di kilometer 11 daerah pelawangan yang memiliki ketinggian 2639 meter. Diperkirakan mereka tewas akibat pengaruh cuaca dingin dan buruknya cuaca di gunung ini dalam tujuh hari terakhir. "Diperkirakan kurang makan dan kedinginan," ujar kepala pos Taman Nasional Gunung Rinjani, Mustaan, kepada Tempo melalui telepon Ahad malam (11/3).

Awalnya penduduk menemukan 3 mayat pendaki, kemudian warga melapor ke pos. "Tadi pagi dikirim tim, tim pertama berjumlah 20 orang gabungan porter dan tim SAR berangkat sekitar pukul 08.30 WITA sampai pukul 12.00 WITA." katanya. Setelah sampai, tim gabungan menemukan 7 jenazah yang sudah mulai membusuk.

Di antara jenazah ditemukan 3 identitas, antara lain Anwar Sadat, seorang mahasiswa dari Lokon Mujur, Lombok Tengah. Kemudian Hairul Antoni dari Dasan Baru, Aikmel, SDN 4 Lokokbunut, dan ada kartu penduduk atas nama Haji Abdullah dari Gili Gede, Sekotong Barat, Lombok Barat.

Sebenarnya Gunung Rinjani telah ditutup untuk pendakian sejak 3 Januari lalu. Sejauh ini belum diketahui ke mana tujuan ketujuh pendaki tersebut, karena biasanya penduduk lokal melakukan pendakian ziarah dan upaya pengobatan ke sumber air panas Danau Segaraanak yang berada di ketinggian 2000 meter dari permukaan laut.

Sampai saat ini sudah 4 tim yang diberangkatkan untuk mengevakuasi korban. Terakhir pukul 18.30 WITA yang terdiri dari tim SAR, kepolisian sektor Sembalum, porter, dan mahasiswa pencinta alam Grapala Rinjani.

Diperkirakan pukul 10 malam nanti ketujuh jenazah beserta tim sampai di pos Sembalun. Supriyanto Khafid

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [4] :

  • Belasungkawa

    w turut berbelasungkawa semoga mereka di terima di sisinya(AMIN)

  • Turut berduka

    atas nama mapala pascal solo, kami turut berduka atas meninggalnya pendaki digunung rinjani, semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua yang hobi naik gunung. jangan pernah meremehkan apapun walau itu dipandang kecil n seakan ga berguna.

  • Buat pendaki pemula

    yg pertama gw ucapain turut berduka cita yg sedalam"nya mewakili SWATALA Universitas Mercu Buana JAKARTA
    yg kedua,gw cmn mau pesen klo lo semua mesti siapin mental dan fisik yg cukup buat ngedaki gunung yg eksotis di negara kita ini
    dan yg terakhir gw saranin jangan buang sampah sembarangan yh!!!!

  • Bela sungkawa

    W sangat prihatin ats kejadian itu..semoga hari2 berikutnya tidak ada kejadian seperi itu lagi..



    thaks.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan