Komisi Yudisial Lakukan Tes Kesehatan Tanpa Tender

Selasa, 13 Maret 2007 | 16:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Yudisial akan melaksanakan seleksi kesehatan calon hakim agung tanpa melalui tender. "Ini memang tidak perlu (tender), karena di bawah Rp. 50 juta," kata Ketua Panitia Seleksi Calon Hakim Agung Mustafa Abdullah saat ditemui Tempo, dikantornya, Selasa (13/3).

Abdullah menjelaskan, dari 48 peserta seleksi calon hakim agung tahap kedua yang lulus tes administrasi, 25 diantaranya pernah mengikuti seleksi hakim agung tahap pertama dan telah lulus sampai tes kesehatan. Sedangkan 23 peserta lainnya tetap mengikuti tahapan seleksi yang saat ini masuk tes pemecahan kasus hukum.

Alokasi dana untuk tes kesehatan tiap peserta sekitar Rp. 2 juta, sedangkan pada seleksi hakim agung tahap sebelumnya, tiap peserta menghabiskan dana sekitar Rp. 11 juta untuk tes ini. "Sekarang hanya sedikit (pesertanya). Jadi tidak sampai Rp 50 juta yang dikeluarkan," ujarnya.

Namun, Abdullah menolak jika Komisi Yudisial melakukan penunjukan langsung untuk tes kesehatan tersebut. "Penunjukan langsung itu, kalau yang seyogyanya ditender, tapi tidak (ditender)," katanya. Menurut dia, pelaksanaan tes kesehatan ini cukup dilakukan melalui perjanjian kerja sama antara panitia seleksi dengan rumah sakit.

Saat ini, kata dia, panitia telah melakukan perjanjian kerja sama dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. "Tapi kalau RSPAD penuh misalnya, kita ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)," ujarnya. Namun, lanjut Abdullah, sampai saat ini belum ada perjanjian dengan RSCM terkait tes kesehatan seleksi hakim agung. Rini Kustiani

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: