Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

DPR Minta Kejiwaan Polisi Selalu Dipantau
Jum'at, 16 Maret 2007 | 00:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Akil Mochtar mengatakan, psikologi atau kejiwaan anggota kepolisian harus dipantau secara berjenjang. “Minimal tiga bulan sekali,” kata Akil ketika dihubungi di Jakarta kemarin.

Menurut Akil, saat ini kepolisian belum sepenuhnya meninggalkan budaya militerisme. Sistem pendidikan mulai dari tingkat tamtama, hingga perwira masih menggunakan sistem sub ordinary atau sepihak. "Bawahan harus selalu mengiayakan kata atasan."

Permintaan Akil berkaitan dengan tragedi tewasnya Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang, Ajun Komisaris Besar Lilik Purwanto karena ditembak anak buahnya, Brigadir Satu Hance Chris, Rabu (14/3).

Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Inspektur Jendral (Purnawirawan) Farouk Muhammad mengatakan, budaya militerisme yang masih diterapkan di kepolisian menyebabkan anak buah diperlakukan sebagai prajurit pelaksana perintah.

Tugas di lapangan yang berat dan beban hidup yang semakin meningkat, katanya, berpotensi mengganggu kejiwaan polisi. “Kalau saya menjadi mereka (bintara), mungkin saya akan mengalami hal yang sama,” kata Farouk.

Farouk menyarankan, kepolisian untuk menambah kurikulum pendidikan bagi siswa bintara maupun perwira. "Mestinya, ada penambahan mata pelajaran pengendalian stres," kata Farouk.

Pengamat Kepolisian Universitas Indonesia Bambang Widodo Umar mengatakan, sistem pendidikan untuk siswa kepolisian harus dirubah. Sistem yang diterapkan selama ini yakni sistem instruktif, menyebabkan hubungan atasan dengan bawahan tidak baik.

Dampaknya setelah lulus dan bertugas, hubungan atasan dengan bawahan bersifat sub ordinary atau sepihak. Bawahan hanya tunduk pada perintah atasan tanpa bisa memberikan masukan. "Budaya siap ndan, siap ndan... itu yang terjadi," kata Bambang ketika dihubungi di Jakarta kemarin.

Erwin Daryanto

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pembunuh Berseragam Polisi | 11 April 2005
Dosa Tak Terampun, Jasa Tak Terhimpun  | 29 Desember 1998
Tekad Polisi Disangsikan | 17 Januari 2005
Direpotkan Pesanan Besan | 27 Desember 2004
Cap Buruk Polisi Belum Luntur  | 20 April 1999
Akibat Permainan Kayu | 13 Desember 2004
Polisi, Setelah Disapih  | 06 April 1999
Agar Netralitas Kepolisian Terjaga  | 02 Agustus 2004
Kapolres Banjarnegara Widianto Poesoko: "Itu Acara Biasa" | 02 Agustus 2004
Setelah Menunaikan Tugas Kapolri...  | 02 Agustus 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Mendapat Sanksi Gara-gara Mencaci-maki Wartawan
Terkait Kasus Emas Batangan, Kepala Polisi Pontianak Dicopot
Perusahaan Air Minum di Aceh Tamiang Mulai Beroperasi
Polisi Jepang Sangat Jarang Gunakan Senjata Api
Rasio Polisi dan Masyarakat 1:700
Polisi Siap Melayani Pengawalan Khusus Gubernur Sedunia
Rudi Sutopo dan Istri Saksi di Persidangan Pelanggaran Disiplin Polisi
Polisi Siapkan Pengamanan Pilkada
Tim Tangani Koruptor yang Lari Ke Luar Negeri Segera Terbentuk
Pemerintah Bentuk Tim Terpadu Kejar Buronan Keluar Negeri
> selengkapnya...

Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
PP RI No.3 Thn.2003 Tentang Pelaksanaan Teknis Institusional Peradilan Umum Bagi Anggota Kepolisian Republik Indonesia
PP RI No.2 Thn.2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Republik Indonesia
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Kepolisian Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95638 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Ryugyong Dibangkitkan dari Koma
Dua Desa di Kwamki Lama Kembali Bentrok
9.000 Anak Di Banten Menderita Gizi Buruk
Kabupaten Batubara Kekurangan Dana Selenggarakan Pilkada
Karena Ditekan, Glenn Suap Urip Rp 1 Miliar

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data