Pemerintah Jakarta Harus Ubah Regulasi Tarif Air
Jum'at, 16 Maret 2007 | 11:50 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 120 orang yang tergabung dalam Publik Service Internasional (PSI) sekarang ini berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta.
Mereka menuntut pemerintah untuk menurunkan tarif air minum yang dirasa terlalu mahal. "Harga air seharusnya tidak mahal, khususnya untuk warga kurang mampu," kata koordinasi aksi, Tunggul Manurung.
Menurutnya, perturan menaikkan tarif air minum setiap enam bulan sekalisangat memberatkan. Pemerintah harus merevisi peraturan tersebut. "Idealnya kenaikan air itu tiga tahun sekali," ujarnya.
Masalah air di Jakarta dipicu dua faktor utama, yaitu produksi air bersih yang kurang dan distribusinya yang tidak merata dan buruk. Dia mencontohkan, di wilayah Cengkareng dan Marunda air berih sangat langka.
Masyarakat di sana harus membayar minimal Rp 30 ribu per meter kubik air. "Di kompleks Cijantung juga ada yang seperti itu," katanya.
Dwi Rianto





