Kapolda Diminta Gandeng Universitas Untuk Tes Psikologi Polisi
Sabtu, 17 Maret 2007 | 00:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Makbul Padmanagara meminta para kepala kepolisian daerah untuk bekerjasama dengan universitas di daerahnya yang memiliki fakultas psikologi guna menguji kejiwaan anggota kepolisian.
Kerjasama ini lantaran polisi kesulitan tenaga psikolog dari dalam institusi polisi sendiri. "Kami akui tenaga kami terbatas sementara banyak polisi yang harus dites lagi psikologisnya, termasuk untuk kepemilikan senjata," kata dia, Jumat (16/3).
Dia menyatakan ini menanggapi kasus yang terjadi di Semarang, saat Wakil Kapoltabes Semarang AKBP Liliek Purwanto ditembak oleh anak buahnya sendiri, Briptu Hance Christianto lantaran tak bersedia dimutasi. Tapi dia membantah bila Hance tak lolos tes psikologi. "Dia sudah dites dan lolos kok," kata dia.
Makbul menilai saat ini memang ada problem dalam proses rekrutmen dan pembinaan personel polisi. "Ada 389 ribu polisi yang harus dibina, sementara tenaga pendidik kita masih terbatas," kata Makbul.
Selain itu, polisi juga memiliki masalah memberikan kesejahteraan buat anggotanya. "Anggota di bawah bukan hanya disuruh operasional dong, harus juga kami perhatikan kesejahteraannya," kata dia. Faktanya, kata dia, polisi di bawah tak bisa sejahtera. "Ini perlu (memberikan kesejahteraan), karena ada reward and punishment yang harus dipenuhi," katanya.
Tapi, kata Makbul, saat ini, polisi pun tak memiliki alokasi dana untuk kerjasama dengan universitas. "Jadi kami harapkan bisa gratis. Karena saat ini tak ada di DIPA," kata dia.
Yophiandi




Komentar Anda :