Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Calon Presiden Harus Sarjana Untuk Jegal Megawati
Sabtu, 17 Maret 2007 | 01:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yuddy Chrisnandy, politisi Partai Golkar menilai usulan calon presiden harus berpendidikan sarjana adalah gerakan politik yang terlalu kasar dan tendensius. "Saya malihat arahnya ke Megawati," katanya ditemui Tempo diruangannya, Jumat (16/3).

Menurutnya, usulan tersebut tidak adil dan menutup peluang calon-calon presiden yang berpendidikan di bawah sarjana. "Mestinya peraturannya normatif saja," ujarnya. Lebih lanjut, anggota komisi I DPR ini mengusulkan agar usulan tersebut dicabut. Dirinya juga menyatakan agar Presiden menegur Menteri Dalam Negeri yang memberikan usulan yang tidak etis dan merugikan presiden. "Seolah-olah SBY ketakutan berhadapan dengan Megawati," katanya.

Theo L Sambuaga juga menganggap tidak perlu adanya persyaratan calon presiden harus S1. "Kalau perlu ya SMA saja. Dirinya berpendapat bahwa tidak semua warga yang memenuhi syarat mampu untuk meneruskan ke perguruan tinggi," katanya.

Soetardjo Soerjo Goeritno juga berpendapat sama dengan kedua politisi partai golkar tersebut. "Calon presiden yang penting lulus SMA dan bisa baca tulis," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati pada temu wicara mahkamah konstitusi dan PDIP tidak ambil pusing dengan usulan tersebut. "Jawaban saya ya terserah rakyat yang memilih," katanya. Calon presiden PDIP ini berpendapat bahwa saat ini pemilihan presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat. "Kalau dulu kan ada rekayasa, kalau sekarang rekayasanya masih ada tapi cuma sedikit,' ujarnya berseloroh.

Wakil Ketua DPR RI, Zaenal Ma’arif tidak sependapat syarat sarjana dicantumkan sebagai salah satu persyaratan menjadi Presiden RI. Menurutnya, jabatan presiden bukan persoalan akademis.

‘’Jabatan presiden itu bukan masalah akademis. Status akademis tidak bisa dijadikan jaminan kepiawaian seseorang dalam memimpin negara. Karena persoalan negara bukanlah persoalan akdemis. Tapi lebih karena kemampuan manajerial dan feeling yang bagus,’’ tandas Zaenal di Kampus UMS Solo, Jum’at (16/3).

Karena itu, Zaenal Ma'arif meminta agar Pemerintah menarik kembali usulan mengenai persyaratan bahwa calon presiden pada Pemilu 2009 mendatang minimal berijasah S1 atau sarjana.

Pasalnya, lanjut Zaenal, kalau persoalan itu dipaksakan akan bisa jadi masalah serius sehingga akan lebih baik kalau ditarik saja syarat itu.

Zaenal menyarankan pemerintah sebaiknya tidak terlalu berlebihan dalam menetapkan syarat calon presiden. Terlebih hal itu justru akan menimbulkan kesan bahwa kalau tidak sarjana tidak mampu memimpin bangsa.

‘’Padahal, banyak juga orang-orang yang tidak bergelar akademis tapi memiliki kemampuan untuk itu. Banyak orang-orang yang memiliki kemampuan tapi tidak pernah belajar secara formal,’’ tandasnya.

Karena itu, Zaenal berpendapat persyaratan akademis semacam itu lebih pas untuk diterapkan pada calon menteri. Tetapi untuk presiden, karena dipilih langsung oleh rakyat, sebaiknya hal itu tidak diberlakukan.

GUNANTO ES, Anas Syahirul

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kalau Mega Laki-laki  | 01 Desember 1998
Kelompok Radikal?  | 24 November 1998
Amien dan Mega  | 24 November 1998
Protes Bali Terus Bergulir  | 03 November 1998
Wawancara Prof. Dr. Ahmad Muflih Saefuddin:  | 27 Oktober 1998
Pilihan buat Habibie  | 20 Oktober 1998
Habibie Tak Ingin Jadi Presiden  | 20 Oktober 1998
TEMPO, 23 Desember 1972  | 19 Juli 2004
TEMPO, 23 Desember 1989  | 05 Juli 2004
TEMPO, 16 Mei 1992  | 14 Juni 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Syarat Presiden Yang Terpenting Kemampuan Kepemimpinan
Presiden Tak Perlu Sarjana
Calon Presiden, DPR, dan DPD Minimal S1
MK Tolak Uji Materi Hak Pilih TNI/Polri
Megawati Dicalonkan Tanpa Pendamping
Golkar Usulkan Pemilu Sistem Distrik
Golkar Bersiap Revisi UU Bidang Politik
Juni, DPR Bahas Aturan Pemilu
PBR Setuju Pemilu Dua Kali
Mega Bertekad Merebut Kekuasaan pada 2009
> selengkapnya...

Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah”
Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Apa Kata Wiranto
Apa Kata Hamzah Haz
Tim Kampanye Calon Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [13]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95720 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data