Status Gunung Talang Meningkat
Minggu, 18 Maret 2007 | 12:38 WIB
TEMPO Interaktif, Padang:
Aktivitas vulkanik Gunung Talang di Kabupaten Solok terus meningkat sejak gempa besar mengguncang Sumatera Barat pada Selasa (6/3) lalu. Karena itulah Ahad (18/3) ini status gunung yang sebelumnya dinyatakan waspada dinaikkan menjadi siaga.
Petugas Pemantau Vulkanologi Gunung Talang, Dalipa
Marjusi, yang dikontak Minggu (18/3), mengatakan penetapan status itu dilakukan Sabtu sore kemarin pukul 18.00 WIB. “Dari pertanda yang kami lihat secara visual dan kegempaan, aktivitas ini tidak biasa. Makanya kami tingkatkan statusnya ,” kata Dalipa.
Pagi ini pun, kata Dalipa, telah terjadi letusan di puncak Gunung Talang yang disusul dengan keluarnya asap tebal setinggi 400 meter. Setelah itu letusan-letusan kecil terus terjadi. Letusan juga terjadi kemarin, dengan asap tebal setinggi 800 meter dan diikuti gempa vulkanik.
Sejak penetapan status siaga itu, telah terjadi 19 kali gempa vulkanik dan 15 kali gempa tektonik. Dua gempa di antaranya bisa dirasakan dengan getaran 2 sampai 3 skala MMI (Modified Mercally Intensity).
“Kami terus memantau perkembangan. Karena seperti kejadian dua tahun, lalu aktvitas Talang langsung meningkat setelah terjadi gempa yang berpusat di Selat Mentawai,” kata Dalipa. Petugas Pengawas juga telah melarang masyarakat
beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Talang.
Gempa yang mengguncang Sumatra Barat, Selasa (6/3) lalu, memicu meningkatnya aktivitas Gunung Talang karena lokasinya ada di Segmen Sumani, dengan kekuatan 5,0
Scala Richter dan 5,8 Scala Richter. Gempa ini disusul dengan guncangan lain yang berpusat di Segmen Sianok dengan kekuatan 6,2 Scala Richter. Kedua segmen ini
terletak sepanjang 120 kilometer mulai dari Gunung Talang, Solok hingga Ngarai Sianok, Bukittinggi.
Akibatnya, di beberapa lokasi Gunung Talang yang berada di atas patahan Semangko ditemukan beberapa retakan. Ukuran retakan hingga 30 sentimeter dan bentuknya ada yang memanjang hingga 10 meter, tersebar mengikuti jalur patahan Semango hingga ke Ngarai Sianok. Febrianti





