|
Polisi Solo Akan Dites Kelaikan Pegang Senjata
Minggu, 18 Maret 2007 | 14:31 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Puluhan anggota Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Solo harus menjalani tes psikologi ulang untuk mendapatkan izin memegang senjata api. Tes psikologi tersebut akan dilakukan pekan depan dengan mengundang tim penguji independen.
Menurut Kelapa Poltabes Solo, Komisaris Besar Lutfi Luhbianto, tes tersebut merupakan salah satu prasyarat bagi anggotanya untuk memegang dan menggunakan senjata api. “Kalau tidak lolos, anggota untuk sementara tidak diperkenankan menggunakan senjata,” ujarnya kepada Tempo, Minggu (18/3).
Lutfi menjelaskan, tes ini sebenarnya sifatnya rutin dan akan diselenggarakan begitu ada anggota yang harus menjalani tes ulang. “Masa berlaku hasil tes enam bulan. Jjadi setiap enam bulan sekali ada
psikotes,” kata Lutfi.
Kelayakan personel Polri memegang senjata menjadi sorotan pascaperistiwa penembakan Wakil Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besat Semarang, Ajun Komisaris Besar Lilik Purwanto, oleh anak buahnya, Briptu Hance Christianto. Hance yang menolak perintah mutasi memberondong atasannya dengan 14 kali tembakan. Dari penyelidikan Polda Jawa Tengah, diketahui Hance sudah lama tidak mengikuti tes psikologi.
“Sebelum peristiwa Hance, ada belasan senjata yang ditarik dari anggota Poltabes karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran indisipliner, pelanggaran kewenangan, maupun melakukan perbuatan pidana. Tapi setelah peristiwa (penembakan Lilik) itu, belum ada laporan penarikan senjata lagi,” kata Lutfi.
Tes psikologi yang akan dilakukan pada Selasa pekan depan itu, menurut Lutfi, bakal diikuti sedikitnya 38 personel. Sebagian besar merupakan anggota polisi yang berasal dari kesatuan pengamanan obyek vital. Selebihnya anggota dari kesatuan lain seperti reserse dan polisi lalu lintas. “Setiap pekan juga ada pemeriksaan senjata rutin untuk mengetahui sejauh mana anggota menjaga senjata yang dibawanya,” kata dia. Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|