Jawa Tengah Siapkan Rp 110 Miliar untuk Gabah Petani

Selasa, 20 Maret 2007 | 15:33 WIB

TEMPO Interaktif, Semarang:
Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dana talangan Rp 110 milyar untuk membeli gabah petani di provinsi tersebut. Dana tersebut berasal dari APBD Jawa Tengah Rp 90 milyar dan Rp 20 milyar dari bantuan pemerintah pusat.

"Pembelian gabah tersebut sebagai bentuk proteksi terhadap kepentingan petani," kata Gubernur Jawa Tengah Mardiyanto di Semarang, Selasa (20/3). Dengan kebijakan pembelian petani ini, diharapkan para petani tidak terjerat oleh para tengkulak.

Terkait dengan pembelian gabah tersebut, pada hari yang
sama Mardiyanto mengumpulkan 15 bupati dari daerah
produsen beras di Jawa Tengah. Para bupati diperintahkan
membuat kebijakan untuk melindungi petani, salah satunya
dengan membeli gabah petani.

"Jangan sampai Jawa Tengah yang selama ini surplus, tapi berasnya selalu lari ke daerah lain," katanya.

Selain menyediakan dana talangan untuk membeli gabah
petani, Pemerintah Jawa Tengah meminta kepada
pemerintah pusat agar meninjau kembali harga pembelian
gabah petani yang saat ini hanya Rp 1.730 per kilogram. Namun Mardiyanto belum bisa menyebut berapa kenaikan harga yang diusulkan.

Desakan agar pemerintah menaikkan harga pembelian gabah
petani juga disampaikan oleh Komisi Perekonomian DPRD
Jawa Tengah. Mereka mengusulkan kenaikan dari Rp 1.730 menjadi Rp 2.400. "Itulah yang cukup realistis untuk menyelamatkan kepentingan petani," kata Fatria Rahmadi, salah seorang anggota komisi tersebut.

Menurut Fatria, saat ini sebagian daerah di Jawa Tengah sudah memasuki panen raya. Namun para pedagang gabah masih enggan membeli gabah. Hal ini disebabkan karena para pedagang khawatir akan terjadinya penurunan harga beras karena kalah bersaing dengan harga beras impor. "Oleh karenannya, pemerintah harus membeli gabah petani dengan harga yang cukup tinggi". Rofiuddin, Sohirin

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: