close

Detasemen Anti Teror Akui Menangkap Abu Dujana

Rabu, 21 Maret 2007 | 07:20 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:


Detasemen Anti Teror Mabes Polri memastikan Abu Dujana, yang disebut-sebut sebagai gembong teroris pelaku peledakan di berbagai tempat di Indonesia, menjadi salah satu dari enam orang yang ditangkap di Yogyakarta, Selasa (20/3) malam. Konfirmasi tersebut disampaikan Komandan Densus Anti Teror Brigjen Bekto melalui pesan pendek, Rabu (21/3) dinihari tadi. “Benar, tapi saya sedang di Canberra,” katanya.

Bekto tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penangkapan tersebut. Demikian pula saat ditanya identitas kelima orang lainnya yang ikut ditangkap. Dia hanya menyatakan bahwa mereka yang ditangkap masih diteliti identitasnya. “Mereka memakai nama alias,” ujarnya. Bekto hanya menjawab pertanyaan dengan SMS dan menolak mengangkat ponselnya.

Selasa malam kemarin, enam orang yang mengendarai sepeda motor bernomor polisi Solo dan Semarang ditangkap di sekitar jalan lingkar utara Yogyakarta. Meski penangkapan tersebut dilakukan hanya sekitar 1 kilometer dari Mapolda Yogyakarta, namun aparat kepolisian daerah setempat tidak mengetahui perihal penangkapan yang disertai dengan tiga kali penembakan itu.

Abu Dujana berasal dari Cianjur, Jawa Barat. Dia memiliki nama kecil Ainul Bahri. Pria berperawakan kecil ini disebut-sebut pernah mendapatkan pelatihan di Akademi Militer Mujahidin Afganistan. Nasir Abbas, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah dalam bukunya Membongkar Jamaah Islamiyah menyebut, Abu Dujana adalah angkatan ketujuh di Akademi Akademi Militer Mujahidin Afganistan. Imron Rosyid

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan