Widjanarko Dikabarkan Mulai Jual Assetnya
Kamis, 22 Maret 2007 | 15:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Direktur Bulog Widjanarko Puspoyo yang menjadi tersangka kasus impor daging sapi fiktif, diduga mulai menjual asset kekayaan. Tanah dan rumah seluas 700 meter persegi miliknya di Solo dikabarkan ditawarkan kepada pengurus Ndalem Kalitan, rumah pribadi mantan presiden Soeharto dengan nilai penawaran Rp 3 miliar.
"Kejaksaan Agung harus mencegahnya untuk menghindari pengalihan barang bukti. Rumah itu adalah satu dari tiga asset kekayaan Widjanarko yang ada di Solo yang dibeli setelah dia menjadi Dirut Bulog. Ketiga tanah dan rumah itu dibeli pada kurun waktu 2002-2003 atau setelah terjadi impor sapi fiktif," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia, (MAKi), Rabu (21/3).
Rumah tersebut berhimpitan dengan Ndalem Kalitan. Selain itu, Widjanarko semasa menjadi Dirut Bulog yang juga membeli tanah dan bangunan dari keluarga H. Sangidoe, ayah dari Mudrick M Sangidoe tokoh Mega-Bintang. Dari keluarga H. Sangidoe, Widjan membeli tanah seluas 8.500 dengan harga Rp 11 miliar. Tanah itu dibeli tahun 2003.
Widjanarko merenovasi bangunan yang terletak di kampung Gajahan, atau tepat berada di belakang Kraton Kasunanan. Bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai semacam hotel dan menghabiskan biaya Rp 10 miliar. Saat pemugaran tersebut selesai, Widjan mengadakan pesta dengan menggelar wayang dan mengundang sejumlah tokoh dari Jakarta.
Menurut Boyamin, selain membeli tanah dan bangunan dari keluarga Sangidoe, Widjanarko juga membeli tanah seluas 3.000 meter yang letaknya juga di Kampung Gajahan. Tanah itu dibeli dengan harga Rp 3 miliar dari beberapa orang warga Kampung Gajahan yang tanahnya berhadapan dengan tanah Widjan yang dibeli dari Sangidoe.
"Sebagia bagian dari warga masyarakat yang ingin andil dalam pemberantasan korupsi, MAKI memberikan data-data ini ke Jaksa Agung Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Kami berharap Jampidus menindaklanjuti dengan melakukan penyitaan asset-asset tersebut," kata Boyamin sembari mengatakan upaya penjualan tanah dan bangunan milik Widjan di Kalitan itu sudah diketahui sejak sebulan terakhir ini.
Imron Rosyid





