Sopir Keluhkan Pemalakan di Lintas Timur Sumatera

Senin, 26 Maret 2007 | 13:09 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:Sopir-sopir angkutan bahan pokok dan penumpang mengeluhkan maraknya aksi pemalakan di Poros Jalan lintas Timur (Jalintim) Sumatra. Padahal kondisi jalanan, terutama yang melintasi wilayah Banyuasin, di Sumatera Selatan, kondisinya rusak parah.

Badan jalan yang tahun 2006 lalu terlihat mulus, kini mulai berlubang-lubang. Titik kerusakan berat terdapat di kawasan Desa Peninggalan dan Sungai Lilin, MUsi Banyuasin, sepanjang sekitar 1,5 kilometer. Badan jalan
sulit dilalui karena kubangan-kubangan menganga itu membahayakan keselamtan kendaraan dan penumpang.

"Setiap hari ada saja kendaraan seperti truk dan bus yang
terperosok," kata Junaidi, sopir truk yang ditemui di stasiun pompa bahan bakar umum di Jalan Sukarno-Hata, Palembang, Senin (26/3).

Menurut Junaidi, jarak 45 kilometer yang biasa ditempuh dengan waktu satu jam, saat ini bisa mencapai lebih dari tiga jam. Kemacetan akan makin hebat setiap kali terdapat mobil yang terperosok. "Pemalakan juga makin banyak di jalanan yang rusak itu di malam hari."

Para sopir seperti Junaidi inilah yang terpaksa nombok, karena bekal yang diberikan majikan mereka seringkali tak cukup menutup semua pembengkakan biaya itu. "Saya diberi uang Rp 1,5 juta sekali jalan dengan
tujuan Jakarta-Padang. Itu termasuk biaya bahan bakar, makan dan uang saku."

Repotnya, Junaidi menambahkan, di titik-titik rawan dan rusak itu ia lebih sering menemui tak ada satu pun petugas yang jaga. "Kami terpaksa nombok." Arif Ardiansyah

TOPIK






Komentar Anda

Kirim