Meutia Hatta: Jugun Ianfu Kejahatan Perang

Selasa, 27 Maret 2007 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono membantah pernyatan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bahwa tak ada Jugun Ianfu di daerah jajahan Jepang.

Menurut Meutia, perbudakan seks di masa penjajahan Jepang, sebuah fakta yang sulit dihapus, termaksud di Indonesia. "Jugun Ianfu adalah kejahatan perang," katanya kepada Tempo usai membuka acara sosialisasi pencegahan penyalahgunaan napza dan penyebaran HIV/AIDS di Hotel Horizon, Bekasi, Selasa (27/3).

Perdana menteri Jepang Shinzo Abe beberapa waktu lalu menyatakan tak ada wanita-wanita di daerah jajahan Jepang yang dijadikan pekerja seks untuk tentara Nipon. Pernyataan ini menuai protes dari banyak negara terutama negara bekas jajahan Jepang.

Meutia tak menjelaskan sikap kementeriaanya terhadap pemerintah Jepang. Ia mempersilakan para korban korban budak seks dan aktivis perempuan berunjuk rasa memprotes penyataan Perdana Menteri Jepang tersebut.

"Yang penting, jangan sampai Jugun Ianfu terjadi lagi," katanya. Ia menambahkan, kementeriaannya juga tak menangani korban Jugun Ianfu. "Soal itu ditangani Departemen Sosial," katanya.

Pramono






Komentar Anda

Kirim