Pemerintah Tolak Permintaan Kadin Soal Tender Proyek
Selasa, 27 Maret 2007 | 20:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menolak permintaan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengetahui semua tender proyek.
"Apa urusannya Kadin?" tanya Kalla di hadapan peserta Rapat Pimpinan Nasional Kadin di Jakarta Convention Center, Selasa (27/3).
Kalla mengatakan hal itu sehubungan dengan laporan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta, tentang permintaan Kadin tersebut.
Menurutnya, saat ini yang harus dilakukan adalah mempermudah pengurusan tender bukan mempersulitnya.
Permintaan Kadin itu, kata dia, mengarah kepada pembentukan birokrasi baru di tubuh Kadin.
Ketika pemerintah membuat birokrasi pengusaha Kadin marah, Kalla menilai aneh. Kadin justru membuat birokrasi. "Yang penting ikut saja tender yang betul. Jangan macam-macam," ujarnya.
Kalla mengatakan, dari pengalamannya permintaan seperti yang diajukan itu sering disalahgunakan. Dahulu, kata dia, pegawai administrasi Kadin memainkan aturan keanggotaan untuk menjual surat anggota dan memungut bayaran untuk mengikuti proyek.
Kalla juga meminta pengusaha yang tegabung dalam Kadin lebih optimistis dalam menghadapi dunia usaha. Menurutnya, tidak ada usaha yang tanpa kesulitan karena itu pengusaha tidak perlu terus mengeluh dan marah-marah.
"Dunia usaha itu bukan modelnya mengeluh, cari izin dan jual izin, itu namanya makelar," ujarnya.
Oktamandjaya Wiguna





