Agung Akui Sulit Tertibkan Rokok di DPR
Rabu, 28 Maret 2007 | 12:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua DPR, Agung Laksono menyatakan pemberantasan rokok adalah hal sulit. "Untuk menertibkan di DPR saja sangat sulit," katanya saat membuka seminar 'Generasi Muda Indonesia sebagai sarsaran utama gencarnya pemasaran rokok: Perlukah dilindungi?', Rabu.
Industri rokok, kata Agung, juga telah memberikan konstribusi senilai 25 Triliun melalui cukai pada 2005 serta membuka jutaan lapangan pekerjaan sehingga sulit untuk dibatasi. " Dengan berbagai usaha keras konsumsi rokok hanya turun 1 persen, bahkan faktanya bertambah terus," ujarnya dalam seminar yang diprakarsai Forum Parlemen Indonesia untuk Kependudukan dan Pembangunan.
Remaja, menurut Agung, adalah konsumen utama rokok. Gencarnya iklan, salah satu penyebab utama remaja terangsang untuk mencoba rokok. "Perlahan tapi pasti kita akan kehilangan pemuda berkualitas," katanya.
Agung juga mengaku kalau dirinya adalah mantan prokok berat. "Sejak SMP saya sudah merokok," ujarnya. Agung kemudian berhenti setelah menjalani kebiasaan merokok selama 20 tahun.
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh penyair Taufik Ismail. Pusisi yang dibawakan berjudul 'Tuhan 9 cm', bercerita mengenai rokok yang telah menjadi tuhan bagi Indonesia.
Selain itu, Forum Remaja Indonesia Bebas tembakau dalam acara tersebut juga membacakan petisi yang meminta agar mereka dilindungi dari bahaya tembakau. Diwakili oleh Agnes Magdalena dari SMK cakrabuana dan M Iksan dari SMA 28 Jakarta mereka juga berorasi bagaimana sulitnya remaja menahan gemburan dari insustri rokok. Gunanto ES





