|
Petani Harapkan Harga Gabah di Atas Rp 2.000
Rabu, 28 Maret 2007 | 16:40 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Petani di wilayah keresidenan Surakarta berharap, Bulog membeli gabah mereka secara langsung tanpa melalui tengkulak. Dengan begitu, petani bisa menjual gabahnya dengan harga di atas RP 2.000 per kilogramnya.
Linggarno, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sukoharjo mengatakan, selama ini gabah petani tidak langsung dibeli oleh Bulog. "Alasannya macam-macam, petani terpaksa menjual ke tengkulak," kata dia, Rabu (28/3).
Menurut Linggarno, Bulog perlu mendirikan pos pembelian gabah di sentra-sentra pertanian pada saat panen raya. Tujuannya agar hasil panen petani bisa langsug terbeli. Sementara untuk pengeringan, Bulog memiliki mesin pemanas dan pengering gabah.
Rencana pemerintah menaikkan harga gabah antara 20 - 40 persen dinilai Linggarno tidak akan berarti bila tidak ada langkah konkrit untuk membeli gabah petani. Sepanjang sejarah, baru kali ini, harga gabah bisa di atas harga dasar pemerintah. Namun belakangan ini harga gabah terus menerus turun. "Kalau tidak ada tindakan konkret, bulan depan pasti sudah berada di bawah Rp 2.000," kata dia.
Kepala Bulog Sub Divre III Ahmad Arief sebelumnya mengatakan, Bulog belum bisa melakukan pembelian gabah atau beras karena pemerintah belum juga menetapkan harga baru. Sementara dengan harga lama, tidak mungkin Bulog bisa membeli dari mitranya. "Kalaupun ditetapkan, dan harga baru itu di bawah harga pasar juga sulit untuk memenuhi target pengadaan," kata Arief.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|