Indonesia dan Nurwegia Ingin PBB Tidak Boros

Kamis, 29 Maret 2007 | 14:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg ingin agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjadi organisasi yang efektif dan efisien untuk menjalankan fungsi-fungsinya.

"Pembiayaan yang boros bisa dikurangi sehingga misi PBB untuk membantu pembangunan dan kemanusiaan bisa berjalan,"ujar Presiden Yudhoyono dalam konferensi pers bersama dengan PM Stoltenberg di Istana Merdeka, Kamis (29/3).

Pemerintah kedua negara menyelenggarakan Regional High Level Consultation on UN System-Wide Coherence selama 29-30 Maret 2007 di Jakarta yang dibuka hari ini. PM Stoltenberg sendiri sebagai pembicara kunci dalam pembukaan itu.

Panel dibentuk Sekretaris Jenderal PBB pada Februari 2006 sesuai mandat World Summit 2005 untuk mempelajari aktivitas operasional dan bagaimana sistem PBB berjalan,mengidentifikasi keunggulan komparatif, dan mengidentifikasikan bidang yang tumpang tindih.

Tujuan konsultasi regional adalah untuk mendiskusikan,bertukar fikiran, dan pengalaman tentang berbagai isu terkait rekomendasi panel, serta meningkatkan pengertian di kalangan pemangku kepentingan di negara-negara kawasan Asia Pasifik.

Badriah






Komentar Anda

Kirim