Jelang Pemilihan Presiden Timor Leste, TNI Siagakan 1000 Pasukan di Perbatasan
Jum'at, 30 Maret 2007 | 00:51 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Sedikitnya 1.000 personil TNI disiagakan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste guna menghindari kemungkinan adanya aksi anarkis yang merambat ke wilayah Indonesia menjelang dan sesudah pemilihan umum presiden Timor Leste, Senin (9/4) mendatang.
Komandan Sektor Pasukan Pengamanan Perbatasan Indonesia, Letnan Kolonel J. Hotma Hutahaen, yang dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (29/3) mengatakan, pasukan TNI yang ditempatkan diperbatasan Indonesia bertanggungjawab atas keamanan wilayah perbatasan serta mencegah pasukan
pemberontak pimpinan Mayor Alfredo agar tidak melarikan diri ke Timor barat, Nusa Tenggara Timur. "Beberapa hari menjelang pilpres di Timor Leste ini, eskalasi kekacauan di Dili masih berlangsung tetapi belum berdampak serius ke wilayah perbatasan kedua negara," kata Hutahaen.
Menurutnya, meski pintu lintas batas Indonesia ke Timor
Leste masih ditutup, tetapi dengan alasan kemanusiaan,pasukan penjaga perbatasan memberikan toleransi bagi warga yang sakit untuk boleh melintas melalui perbatasan darat dari dan ke Timor Leste. "Secara resmi Presiden Xanana telah menyurati Presiden SBY untuk membuka pintu lintas batas guna memudahkan suplai kebutuhan masyarakat Timor Leste, tetapi belum ada perintah dari Mabes TNI untuk membuka ke-empat pintu lintas batas tersebut," katanya.
Kemungkinan besar pemerintah baru akan membuka pintu lintas batas setelah pesta demokrasi di negara tersebut berakhir Mei mendatang. Menurut rencana, Pilpres Timor Leste akan berlangsung 9 April mendatang dan akan dilanjutkan dengan pemilihan umum anggota parlemen pada bulan Mei nanti.
Banyak pengamat dan analisis politik berpendapat Pilpres di negara baru bentukan PBB ini akan diwarnai dengan berbagai aksi kekerasan.
Jems de Fortuna





