23 Provinsi Kekurangan Vaksin
Minggu, 01 April 2007 | 18:10 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung:Direktur Pemasaran PT Bio Farma Sarimuddin mengatakan 23 provinsi di Indonesia kekurangan stok vaksin. “Bahkan ada vaksin yang habis,” ujar Sarimuddin kepada wartawan di Bandung, Minggu (1/4).
Jenis vaksin yang dibutuhkan, kata Sarimuddin, yaitu BCG, DPT, TT, DT, Polio, campak, hepatitis B uniject, dan kombinasi DTP/HB. “Vaksin kombinasi atau kombo ini merupakan campuran dari empat jenis vaksin, yaitu difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B,” katanya.
Pemerintah di 23 provinsi itu, kata dia, sudah mengajukan permohonan mendapatkan vaksin 2007 kepada Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Lingkungan Departemen Kesehatan RI. “Kami menerima tembusannya,” katanya.
Menurut Sarimuddin, sampai sekarang pemerintah belum menandatangani kontrak dengan Bio Farma terkait pengadaan vaksin ini. Meski proses tender sudah dilakukan pemerintah melalui salah satu media nasional, kata dia, perusahaan yang mendaftar hanya Bio Farma. “Jadi kami harap pemerintah segera menyelesaikan proses penunjukkan secara langsung,” katanya.
Sarimuddin menambahkan, seharusnya persediaan vaksin di Indonesia tidak boleh kosong. Pasalnya, kata dia, pemberian vaksin ini terkait dengan umur bayi. “Jika ada bayi yang dibawa orang tuanya ke puskesmas untuk divaksin, tidak ada alasan bagi puskesmas itu untuk tidak menyediakan vaksin,” katanya.
Untuk pengadaan vaksin tahun ini, kata Sarimuddin, dianggarkan dana Rp 194 miliar. Dana ini, selain dari APBN, juga ada bantuan dari negara lain. “Misalnya, ada program kampanye campak yang digelar dengan bantuan dana dari UNICEF,” kata dia.
Rana Akbari Fitriawan





