Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tim Pembela Muslim Akan Gugat Presiden
Senin, 02 April 2007 | 09:52 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Tim Pembela Muslim (TPM) mulai pekan depan akan menggelar road show ke berbagai pondok pesantren, organisasi dan partai politik Islam serta tokoh-tokoh Islam, termasuk ulama, untuk mendapatkan dukungan dalam melakukan class action terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait sikap pemerintah yang menyetujui resolusi PBB terhadap Iran.

TPM mentargetkan minimal 10 ulama besar dan pimpinan organisasi massa Islam agar bersedia menjadi penggugat. "Senin besok kami memulai dengan menemui pimpinan NU dan Muhammadiyah," kata Wakil Ketua TPM, Achmad Michdan, saat dihubungi Tempo.

Michdan mengatakan dasar dari gugatan class action tersebut adalah tidak amanahnya Presiden Yudhoyono dalam menjalankan konstitusi negara. Menurut dia, sebagai pemimpin tertinggi seharusnya Presiden bersikap amanah atau dapat dipercaya.

"Pembukaan UUD 1945 jelas menghendaki politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, kenapa Presiden condong ke Amerika. Selain itu, SBY juga berkhianat terhadap negara sahabat karena waktu Presiden Iran ke Indonesia, SBY mengatakan mendukung soal program nuklir untuk kemaslahatan umat," ujarnya.

Penasihat hukum Abu Bakar Ba'asyir ini yakin bisa mendapatkan sedikitnya 10 ulama besar yang bersedia untuk menjadi penggugat class action tersebut. Dia mengatakan kalau sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren sudah bersedia untuk menjadi penggugat. Tetapi, agar keterwakilan dari umat Islam yang dirugikan oleh sikap pemerintah Indonesia lebih representatif, TPM ingin menemui dulu pimpinan organisasi Islam yang ada. "Ustadz Abu setuju sekali dengan upaya hukum ini," kata Michdan.

Selain menempuh class action, Michdan juga berencana untuk melaporkan Presiden Yudhoyono ke polisi karena dinilai telah melakukan kebohongan. Kebohongan yang dimaksud adalah bantahan yang disampaikan Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng kalau Yudoyono tidak pernah ditelepon oleh Presiden George Bush berkaitan sikap Indonesia dalam pengambilan keputusan resolusi PBB mengenai Iran.

"Berdasarkan berita CNN, juru bicara gedung putih mengakui adanya pembicaraan kedua presiden soal sanksi terhadap Iran. Ini kan namanya presiden sudah berbohong," ujar Michdan.

Imron Rosyid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Main Curang di Langit Iran | 21 Pebruari 2005
Dapatkah AS-Iran Bertaut Kembali? | 13 Desember 2004
Wajah Iran yang Simpatik  | 16 Maret 1999
Hujan Meteor dari Persia | 25 Oktober 2004
Dari Sanksi Turun ke Nuklir | 25 Oktober 2004
Merobohkan Tembok Berlin Arab  | 24 November 2003
Satu Kali Kesempatan Lagi | 10 November 2003
OKI: Masihkah Berguna?  | 20 Oktober 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bush Paksa Iran Bebaskan Marinir Inggris
Enggan Minta Maaf, Ahmadinejad Sebut Blair Sombong
Bekas Sandera Tawarkan Diri Jadi Negosiator
Inilah Surat Tentara Inggris yang Disandera Iran
Iran Pamer Sandera, Blair Berang
Ketua MPR Minta Interpelasi Tidak dibuat Main-main
Sebanyak 132 Legislator Ajukan Surat Interpelasi
Anggota DPR Galang Dukungan Interpelasi
Pasukan Elite Iran Beraksi di Irak
Qardhawi Minta Indonesia Pengaruhi Iran
> selengkapnya...

Referensi

Interpelasi dari Masa ke Masa
Dari New York Turun ke Jakarta
Resolusi 1747
Pertanyaan untuk Presiden

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk96877 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Empat Calon DPD Sumatera Selatan Terancam Gugur
Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang

<< April,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data