Franz Magnis: Mahasiswa Harus Berani

Senin, 02 April 2007 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ilmuwan dan pakar filsafat, Franz Magnis Suseno berharap agar mahasiswa lebih kritis dan berani dalam berpikir. "Mahasiswa jangan mau disuapi segala macam ideologi, pandangan, ajaran dan sejarah," ujarnya kepada Tempo di sela acara dialog Kebangsaan Mahasiswa Wilayah Barat, Senin.

Ia meminta mahasiswa tidak menunggu masalah datang,
tapi harus mencari tahu dan belajar sendiri. Perkembangan bangsa dan negara saat ini jalan di tempat karena mahasiswa tidak bergerak. Padahal, di awal gerakan reformasi mahasiswa memegang peranan penting.

Menanggapi kritik Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Satryo Soemantri Brodjonegoro yang menyebut pola pikir mahasiswa
terlalu sempit, Franz menyatakan mahasiswa adalah sosok yang mau belajar dan terbuka.

"Jadi pikiran sempit dan wawasan yang sedikit itu bukan tertutup, tapi sangat terbuka," ujarnya.

Hasnan Al-Asfahany, peserta dialog dari Universitas Syah Kuala Nangroe Aceh Darussalam kepada Tempo mengakui mahasiswa memang kehilangan keberaniannya. Alasannya, mahasiswa ditekan dengan waktu kuliah yang sempit, ancaman nilai rendah, dan drop-out yang bisa datang kapan saja.

Hasnan mengharapkan perguruan tinggi dapat memasukkan
keberanian sebagai salah satu mata kuliah wajib. "Pendidikan kita tidak mengajarkan untuk berani,"
tandasnya. Reh Atemalem Susanti






Komentar Anda

Kirim