Alwi: Ketidakhadiran Ulama Timur Tengah Bukan Karena Sikap Indonesia
Selasa, 03 April 2007 | 20:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Utusan khusus Indonesia untuk Timur Tengah Alwi Shihab membantah ketidakhadiran beberapa ulama besar dari Timur Tengah dalam Konferensi Pemimpin Islam Dunia di Bogor, hari ini, Selasa (3/4) karena sikap Indonesia yang mendukung resolusi 1747 DK PBB. "Siapa yang bilang mereka mundur karena dukungan kita kepada PBB," kata Alwi sebelum pembukaan konferensi tersebut.
Pernyataan Alwi ini bertentangan dengan apa yang disampaikan Ketua PBNU Hasyim Muzadi yang notabene adalah penggagas dari konferensi ini. Menurut Hasyim, beberapa hari setelah Indonesia menyatakan dukung terhadap resolusi tersebut, sejumlah ulama dari Timur Tengah yang sebelumnya berniat hadir dalam konferensi ini menyatakan kekecewaannya. "Saya lupa berapa banyak yang menyatakan hal itu. Yang jelas banyaklah," katanya.
Dia menambahkan bahwa ulama-ulama tersebut sangat menyayangkan sikap Indonesia karena sikap itu telah membuat Indonesia menjadi negara yang tidak netral. Seandainya abstain, kata Hasyim, itu lebih bagus dan lebih bisa memimpin para ulama ini.
Hasyim, dalam pidato pembukaan, bahkan mengatakan dukungan Indonesia terhadap resolusi 1747 itu mungkin saja tahap awal dari tahapan-tahapan selanjutnya untuk menghancurkan Iran.
Kemarin Hasyim juga menyatakan alangkah tidak tepatnya sikap Indonesia ini yang seolah-olah ikut serta memberikan derita pada Iran, padahal, menurutnya, Indonesia adalah bagian dari penderitaan itu sendiri.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda memberi pernyataan yang berbeda tentang ketidakhadiran sejumlah ulama Timur Tengah dalam konferensi tersebut. "Sebagian karena jadwal yang tidak cocok dan jarak yang terlalu jauh," ujar Hasan.
Sedangkan ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang ketidakhadiran delegasi Irak, Hassan malah menjawab dengan harapan supaya mereka datang besok. "Ini kan baru pertemuan awal," katanya.
Kemudian dia menambahkan, pada Senin (26/3) dalam rapat Dewan Keamanan PBB, Wakil Perdana Menteri Irak secara khusus telah menyampaikan penghargaannya atas inisiatif Indonesia dalam menyelenggarakan konferensi ini. Titis Setianingtyas





