Bengkulu Termasuk Daerah Langganan Gempa
Rabu, 04 April 2007 | 10:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Gempa yang terjadi di Bengkulu pagi ini bukanlah hal terlalu istimewa bagi warga Bengkulu. "Kami mengalami gempa bisa beberapa kali dalam setahun," ujar Heri Sandono (30 tahun), warga Jalan Gajahmada II, Kota Curup, Bengkulu, dihubungi Tempo Rabu pagi ini (4/4).
Menurut data yang dimiliki Badan Meteorogi dan Geofisika setempat, Bengkulu merupakan daerah paling rawan gempa, karena terdapat tiga patahan yang rawan menimbulkan guncangan, yakni Patahan Kepahiang, Ketahun dan Siberut. Hampir tiap hari gempa terjadi di Bengkulu. Sebagian besar gempa berkekuatan di bawah 3,0 skala Richter, sehingga getarannya tak dapat dirasakan oleh warga.
Satu pekan lalu pun, terjadi gempa di Bengkulu kekuatan 5,3 pada skala Richter pada pukul 23.08 WIB. Gempa ini tidak menimbulkan kerusakan maupun korban jiwa. Pada 6 April 2005, gempa berkekuatan sekitar 4,8 skala Richter kembali mengguncang Kota Bengkulu. Kali ini pun guncangan tak memakan korban jiwa dan menimbulkan kerusakan berarti.
Gempa paling besar terjadi di Bengkulu pada 4 Juni 2000. Gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang terjadi pada pukul 23.28 WIB itu tercatat sebagai yang terbesar di wilayah itu dalam 20 tahun terakhir. Korban dalam peristiwa ini mencapai 2.158 orang, dan 93 di antaranya meninggal dunia.
Gempa lainnya yang pernah terjadi tak jauh dari Bengkulu adalah gempa Liwa di Lampung Barat, pada 16 Februari 1994, dengan kekuatan 6,5 skala Richter. Lalu gempa Kerinci pada 7 Oktober 1995 yang berkekuatan 7 skala Richter. Yuliawati/berbagai sumber





