Peresepan Obat Cenderung Rugikan Pasien

Rabu, 04 April 2007 | 17:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama PT. Asuransi Kesehatan, Orie Andari Sutadji menilai
pasien masih berada pada posisi tawar yang lemah dalam menerima resep dokter karena pengetahuan yang masih minim. Akibatnya, mereka cenderung menerima apapun yang diresepkan oleh dokter.

Menurut Orie, di Indonesia masih terjadi pemberian resep berlebihan dan tidak rasional bagi pasien. Angkanya cukup besar sekitar 3,5 resep per pasien. Padahal di negara seperti Australia angkanya hanya 1,5. “Itu masih tinggi,” katanya dalam Seminar Nasional Obat Untuk Rakyat, Kualitas Dijamin Harga Terjangkau, di Jakarta, Rabu.

Besarnya variasi jenis dan harga obat di pasar, dia melanjutkan, berpotensi untuk penggunaan berlebihan, penyalahgunaan, pemalsuan dan efisiensi.

Harga obat, baik yang bermerek maupun generik, pun cenderung tak berpihak pada pasien karena masih ditentukan oleh pasar. Konsumen mau tak mau harus membayar harga obat mahal atas dasar kebutuhan. “Ini jelas tak melindungi konsumen,” tegasnya. Ninin Damayanti

TOPIK






Komentar Anda

Kirim