Alumni STPD Palembang Minta Rekrumen Praja Diperketat

Kamis, 05 April 2007 | 12:56 WIB

TEMPO Interaktif, Palembang:
Ketua Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Pemerintahan Daerah (STPD) Kota Palembang meminta agar rekrumen calon praja di lembaga pendidikan itu diperketat.

Menurut ketuanya, Sunarto, rekrument penerimaan calon praja di kampus yang saat ini bernama Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) harus diperketat, terutama di daerah-daerah, sehingga peristiwa kekerasan yang terjadi di sekolah tesebut dapat diminimalkan.

Selain itu, mereka mengusulkan agar pola rekrumen diubah dengan tidak menerima mahasiswa dalam jumlah terlalu besar. “Kami dulu dari Sumatera Selatan hanya 9 orang, artinya memang disaring ketat,” katanya.

Para alumni ini juga mendesak diperbaikinya sistem komunikasi antara para pengasuh dan siswanya. “Jangan hanya saling menyalahkan satu dengan yang lain kalau terjadi peristiwa seperti ini,” katanya.

Menurut Sunarto, yang sempat menjadi pengasuh dari tahun1 992-1997, peranan pengasuh juga perlu diperhatikan dan perlu ditambah. Sebab, katanya, idealnya seorang pengasuh hanya mengawasi 25 orang praja. Sehingga pola asuh memang benar-benar diterapkan. “Dengan begitu gerak para siswa senior dan junior bisa terpantau dengan baik, dan pengasuh lebih memilki waku yang banyak untuk memperhatikan asuhannya.”

Meski begitu, Sunarto menyatakan tak setuju dengan anggapan banyak pihak tentang perlunya penghapusan pola pendidikan militer di institusi itu. “Di mana pun sekolah ikatan dinas harus disiplin,” ujarnya. “Kami dulu juga menerapkannya, tapi tak pernah terdengar ada kejadian kekerasan yang menimbulkan korban begitu.”Arif Ardiansyah

TOPIK






Komentar Anda

Kirim