Bulog Yogyakarta Baru Bisa Beli 25 Ton Gabah
Kamis, 05 April 2007 | 13:28 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Perum Bulog Divisi Regional Yogyakarta mentargetkan mampu mengadakan beras sebanyak 21.500 ton sepanjang 2007 ini. Namun, hingga Kamis (5/4), perusahaan yang bertanggungjawab menjamin pasokan pangan utama ini baru bisa membeli 25 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani setempat.
Penyebabnya, kata Kepala Pelayanan Publik Perum Bulog DIY, Miftachul Adha, harga gabah dan beras di pasaran masih di atas ketentuan harga pembelian pemerintah (HPP) senilai Rp 2 ribu per kilogram, sehingga petani lebih memilih menjual ke tengkulak. "Di beberapa tempat, harga memang mulai turun. Tapi secara umum, harga gabah masih di atas HPP, sehingga wajar jika petani memilih menjual gabah mereka di pasaran,” katanya. “Hal itu yang membuat kami belum bisa melakukan pembelian gabah dari petani."
Dijelaskannya, Bulog DIY mempunyai dua model pembelian gabah dan beras dari petani. Selain lewat mitra Bulog, kata dia, pihaknya juga membentuk satuan tugas yang keliling daerah untuk melakukan pembelian. Tapi, hingga saat ini, kata dia, pembelian yang bisa dilakukan oleh satuan tugas itu pun baru mencapai 25 ton gabah kering panen. “Masih sangat kecil.”
Bulog DIY mempunyai 28 mitra untuk pengadaan beras. Meski begitu sampai saat ini belum ada pasokan dari para mitra itu. “Sesuai dengan ketentuan, kami hanya akan membeli beras dan gabah dengan harga yang ditetapkan pemerintah," kata Miftachul.
Sejumlah petani di Kabupaten Bantul mengaku kecewa dengan keputusan pemerintah tentang penetapan HPP untuk gabah dan beras. Dengan harga gabah Rp 2 ribu per kilogram, mereka mengaku belum mendapat keuntungan karena masih belum seimbang dengan ongkos produksinya.
"Daripada dijual ke Koperasi Unit Desa dengan harga Rp 2 ribu, tentu lebih untung kalau dijual langsung ke pedagang,” kata Ngadiono (46 tahun), seorang petani warga Bambanglipuro, Bantul. Harga gabah kering di tingkat pedagang penampung itu mencapai Rp 2.250 setiap kilogramnya. Syaiful Amin





