|
Setengah Juta Warga NTT Terancam Krisis Pangan
Kamis, 05 April 2007 | 15:31 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:
Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkirakan kerugian yang dialami petani di 11 kabupaten akibat kekeringan dan serangan hama mencapai Rp. 205,5 miliar lebih. Bencana ini mengakibatkan hampir 150 ribu keluarga atau 470 ribuan jiwa terancam menderita krisis pangan.
"Data tersebut merupakan laporan resmi dari satuan pelaksana penanggulangan bencana. Hampir semua kabupaten di NTT mengalami kondisi yang sama," kata Kepala Biro Bina Sosial Provinsi NTT, Sentisnus Medi.
Berdasarkan laporan yang diperoleh dari Biro Bina Sosial, katanya, lahan pertanian yang mengalami
kekeringan sebanyak 63.797 hektar. Sedangkan yang terserang hama pengganggu tanaman sebanyak 10.723,72 hektar.
Menurut Sentisnus, lahan pertanian yang paling banyak mengalami kekeringan terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Disusul kemudian Sumba Barat, Manggarai Barat, dan Flores Timur.
Sedangkan serangan hama pengganggu tanaman terbanyak menyerang lahan pertanian di Kabupaten Flores Timur dan Timor Tengah Utara.
Dari 470 ribu warga yang dilaporkan mengalami ancaman krisis pangan, sebanyak 210 ribu jiwa lebih
warga Kabupaten Sumba Barat, dan 114 ribu lebih lainnya dari Kabupaten Timor
Tengah Selatan, serta 40 ribu warga Kabupaten Timor Tengah Utara. Sisanya menyebar di Belu, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ngada, Manggarai, Manggarai Barat dan Sumba Timur.
Sebelumnya, Wakil Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Fernandez mengatakan bahwa awal April 2007 merupakan fase krisis bagi sedikitnya 7.744 keluarga warganya. “Mereka mengalami krisis pangan yang serius.” Karena itulah ribuan warga mulai masuk ke hutan untuk mencari aneka sumber pangan alternatif. Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|