|
Presiden : Kami Membangun Tanpa Menggusur
Kamis, 05 April 2007 | 16:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji
pemerintah tidak akan menggusur warga yang tinggal di
bantaran kali dan wilayah kumuh dengan alasan memuluskan rencana membangun rumah susun sederhana.
"Agar warga pinggiran kota tidak merasa terusir dari
perkotaan," ujar Presiden dalam sambutannya pada acara pemancangan pertama proyek percontohan pembangunan rumah susun sederhana di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Kamis (5/4).
Presiden menekankan, meski arus urbanisasi tiap tahunnya
makin besar, pemerintah tidak berhak menyalahkan
warga desa yang ingin mengadu nasib ke kota. Solusinya, kata Presiden, yaitu dengan menggiatkan pembangunan
di perdesaan untuk meningkatkan kesejahteraan di desa.
Namun, untuk mereka yang telanjur berurbanisasi ke
Jakarta, ia melanjutkan, pemerintah berusaha menyediakan
kebutuhan warga, terutama kebutuhan akan rumah yang dirasakan makin mendesak.
Presiden mengatakan ia menyadari banyak masyarakat yang masih tinggal di daerah kumuh seperti di bawah jalan tol, jembatan, daerah di bawah saluran udara tegangan tinggi maupun ekstra tinggi (Sutet), bahkan di lahan milik orang lain. Ia juga sadar hingga kini banyak warga tidak mampu mengangsur atau menyewa rumah.
Karena itulah pemerintah, berencana mempercepat pembangunan rumah susun sederhana di seluruh wilayah di Indonesia, yang memiliki kepadatan di atas 1,5 juta penduduk. Untuk itu pula Keputusan Presiden Nomor 22/2006 dikeluarkan, sebagai bagian dari program Millenium Development Goals.
Program ini menargetkan perumahan kumuh berkurang 50% pada tahun 2015 di seluruh dunia. Di Indonesia, program itu merupakan bagian dari rencana pembangunan jangka menengah-panjang Indonesia 2004-2009.
Badriah/Rieka Rahadiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|