Polisi Harus Umumkan Tokoh Intelektual Pembunuhan Munir

Jum'at, 06 April 2007 | 08:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat mendesak polisi menyebutkan tokoh intelektual di belakang pembunuhan aktivis hak asasi manusia, Munir, saat mengumumkan adanya tersangka baru.

Anggota Komisi Hukum, Nadrah Izahari menyatakan pengumuman tersangka baru merupakan kemajuan jika bisa menemukan tokoh intelektual kasus itu. "Ada tokoh intelektual yang bermain di belakang kasus Munir, dan polisi harus mengumumkannya," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat (6/4).

Menurut Nadrah, polisi seharusnya memahami ada jaringan intelektual yang sangat rapi di belakang pembunuhan Munir. Pembunuhan Munir, kata dia, sifatnya profesional dan tak sekedar coba-coba. "Jaringan intelektual inilah yang belum terkuak, dan polisi jangan ragu untuk mengumumkannya walau hanya berupa inisial," kata Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Kepala Kepolisian, Jenderal Sutanto, berencana segera menyampaikan nama-nama tersangka baru dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir. Namun, dia tidak menegaskan kapan hal itu akan dilakukan. "Ya dalam waktu dekat akan saya informasikan," ujar Sutanto usai mengikuti rapat koordinasi terbatas di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan kemarin.

Munir diduga diracun dalam pesawat Garuda Indonesia yang membawanya ke Belanda, 6 September 2004. Ia meninggal karena racun arsenik yang diduga masuk melalui makanan yang disantapnya. Polisi menetapkan pilot Garuda yang sedang tak bertugas tapi berada dalam pesawat, Polycarpus, sebagai tersangka. Polycarpus sempat dinyatakan bersalah oleh pengadilan, tapi akhirnya bebas dari dakwaan keterlibatannya dalam pembunuhan Munir.

Nadrah menyambut baik sikap Sutanto yang akan mengumumkan tersangka baru. "Dengan mengumumkan tersangka baru, polisi selangkah lebih baik," katanya.

Walau kasus ini sudah cukup lama terjadi, dan tempat kejadian perkara (TKP) sudah tak steril, Nadrah optimis kasus Munir masih bisa terungkap. Alasannya, jelas dia, polisi cukup berusaha menuntaskan kasus ini. "Masyarakat menunggu penuntasan kasus Munir. Mereka menunggu keberanian dari polisi untuk mengungkap kasus ini," katanya.

Pramono






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: