Proyek Waduk Akan Menggusur Ribuan Warga Lebak
Senin, 09 April 2007 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Serang:Sebanyak 3.440 kepala keluarga di 11 Desa di Kabupaten Lebak akan tergusur dan direlokasi karena di tempat tinggal mereka akan dibangun Waduk Karian. Pembangunan waduk yang akan mulai dilaksanakan akhir 2007 ini bertujuan mengamankan persediaan air bagi kawasan Serang, Tangerang, dan Jakarta.
"Pembahasan ini sudah final. Pembiayaan relokasi warga dibebankan pada Pemerintah Provinsi Banten," ujar Ketua Bidang Perencanaan Operasional Balai Besar Wilayah Sungai, Agus Jati, Senin (9/4).
Menurutnya, Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung telah melakukan kajian ke lokasi pembanguna Waduk Karian di Desa Sajira, Kecamatan Sajira, sekitar 56 kilometer dari Rangkasbitung. "Hasil kejian itu menyebutkan bahwa 11 desa memang harus dikosongkan," katanya.
Relokasi terbesar akan dilakukan di Desa Calung Bungur, meliputi 911 kepala keluarga. Kemudian Desa Sukajaya sebanyak 617 keluarga, Desa Sukarame 483 keluarga, Desa Pajangan 427 keluarga, Desa Sidangsari 157 keluarga, Desa Mekarsari 90 dan Desa Sajira 87 keluarga. Wilayah di desa-desa inilah yang nantinya diperkirakan akan tergenang oleh air waduk Karian.
Selain itu, beberapa desa yang wilayahnya akan menjadi daerah resapan dan penyangga, seperti Desa Tambak dengan 629 keluarga, Desa Sidang Mulya 35 keluarga dan empat keluarga di Desa Pasir Tanjung, juga ikut direlokasi. “Proyek ini juga menggusur 2.802 unit bangunan,” kata Agus.
Luas lahan daratan yang akan dibebaskan sekitar 1.455,43 hektar, sedangkan lahan persawahan seluas 348,74 hektar. "Cukup banyak objek yang harus dihilangkan," katanya.
Ketua Komisi Pembangunan DPRD Banten Amsar Rahman mengingatkan Pemerintah Provinsi Banten untuk memperhatikan hak-hak warga yang akan direlokasi. "Jangan sampai pemindahan ini menimbulkan masalah ke depan. Semua harus berkaca pada proyek waduk Kedung Ombo yang menimbulkan masalah," katanya.
Untuk menjamin hal ini, Amsar mengusulkan adanya alokasi anggaran pembebasan lahan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan. "Jadi, nanti ada sharing antara pusat Rp 16 miliar dan provinsi Rp 16 miliar. Ini sebagai bentuk tanggungjawab pemerintah daerah dalam proyek ini," katanya. Faidil Akbar





