Pemerintah Masih Berkutat dengan Data Penerima BTB
Senin, 09 April 2007 | 16:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah masih terus berkutat dengan data penerima bantuan tunai bersyarat (BTB). Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial, Chazali Situmorang, mengatakan pendataan baru dilakukan pada April ini.
"Kemungkinan pertengahan Mei sudah selesai," katanya di Gedung Departemen Sosial, Jakarta, Senin siang.
Menurut Chazali, pendataan akan dilakukan oleh Badan Pusat Statistik berdasarkan data penerima Bantuan Langsung Tunai. Data ini akan diperbarui dan dimunculkan 700 ribu kepala keluarga sebagai penerima bantuan bersyarat. "Dari 700 ribu, baru akan kami potong menjadi 500 ribu berdasarkan sistam skoring," katanya.
Program BTB atau Program Keluarga Harapan merupakan pengganti Bantuan Tunai Bersyarat untuk mengatasi kemiskinan. Bantuan bersyarat akan diberikan kepada 500 ribu rumah tangga sangat miskin dari 348 kecamatan di tujuh provinsi. Masing-masing rumah tangga sangat miskin akan menerima bantuan senilai Rp 1,3 juta per tahun.
Departemen Sosial, kata Chazali, juga telah merekrut konsultan dan melatih para pendamping untuk membantu pelaksanaan program bantuan bersyarat. Ada 1.390 pendamping yang akan bertugas. Rata-rata, empat pendamping akan mengawasi pelaksanaan program di satu kecamatan.
Sedangkan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan program Keluarga Harapan tertunda karena pemerintah sangat berhati-hati menentukan penerima bantuan. Paling lambat, jelas dia, pemerintah akan melaksanakan program ini pada bulan Juni. "Kami sangat berhati-hati karena kami ingin bantuan disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan," katanya. Pramono





