DPR Bentuk Tim Investigasi Kasus IPDN

Jum'at, 13 April 2007 | 15:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Beberapa anggota Komisi Bidang Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan pembentukan tim investigasi khusus kasus Institusi Pemerintahan Dalam Negeri.

Pengusutan kasus di IPDN dinilai tidak cukup dengan tim investigasi biasa. Komisi ini sudah berkunjung ke IPDN Jatinangor, Sumedang, merasa gagal memperoleh informasi tentang pengelolaan lembaga tersebut.

"Kami gagal karena ketidaktransparan IPDN, semua tertutup, mulai dari pejabat hingga prajanya," kata Wakil Ketua Komisi Pemerintahan Ida Fauziah kepada wartawan, Jumat (13/4).

Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Amanat Nasional Andi Yuliani Paris menemukan keanehan saat berkunjung ke IPDN, Kamis (12/4). Seorang praja yang diwanwancarai, terkesan menutup-nutupi keadaan yang sebenarnya selama di IPDN.

Andi menuturkan, kesejahteraan praja IPDN dilihat dari kondisi asrama, tempat belajar, sarana dan prasarana sangat kurang. "Namun, mereka bilang tidak ada apa-apa," Andi mencontohkan keanehan tersebut.

Wakil Ketua Komisi II dari fraksi Partai Golkar Priyo Budi Santoso menambahkan, kasus kematian Clift Muntu praja asal Manado, Sulawesi Utara, yang tewas dianiaya seniornya, bisa digunakan sebagai pintu masuk investigasi pengelolaan IPDN. "IPDN harus direvisi total," ujar Priyo.

Erwin Daryanto

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: