Indra Setiawan Langsung Ditahan di Mabes Polri
Sabtu, 14 April 2007 | 07:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
JAKARTA – Tim pemburu Markas Besar (Mabes) Polri menangkap mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Indra Setiawan sekitar pukul 3.00 WIB, Sabtu (14/4). Tersangka kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir itu ditangkap di rumah seorang temannya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan langsung digelandang ke ruang pemeriksaan Badan reserse dan Kriminal Mabes Polri menjelang subuh tadi.
“Dia ditangkap saat sedang tidur di rumah kos teman perempuannya,” ujar seorang petugas yang menangkap Indra. Menurut petugas yang lain, Indra sudah dicari selama 2 tahun dan sempat dicari beberapa kali ke rumahnya, namun tak pernah ada. “Ya sejak terdakwa (Pollycarpus) divonis, dia sudah menghilang,” kata petugas dari tim kasus Munir tersebut.
Rumah teman perempuan Indra bernama Ririn Manulae, itu baru ditunggui polisi sekitar pukul 2.00 pagi. Sebelumnya, tiga tim pengungkap kasus itu sudah mencari-cari ke rumah dan tempat lain di mana Indra biasa menginap. Ririn sendiri baru pulang Jumat (13/4) sore dari Tokyo.
Mobil Kijang Innova hitam bernomor polisi B 8062 KX itu membawa Indra, yang langsung menutupi wajahnya dengan topi hitam saat dikerubuti wartawan yang menunggunya di Markas Besar Polri sejak kemarin. Indra, yang mengenakan kemeja abu-abu muda dan celana hitam, langsung digiring oleh delapan orang petugas yang melindunginya dari jepretan kamera foto dan televisi.
Delapan orang petugas itu baru keluar dari ruang pemeriksaan Badan Reserse dan Kriminal sekitar pukul 6.00 pagi. Di dalam ruang pemeriksaan sudah menunggu tim lain yang memang ditugaskan memeriksa bekas Diektur Utama Garuda, yang disangka turut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap Munir dalam penerbangan menuju dari jakarta Amsterdam pada 7 September 2004 lalu.
Ketika ditanya wartawan tentang siapa yang menyuruhnya menandatangani surat penugasan Pollycarpus, Indra tak menjawab. Ia tetap bungkam saat para juru warta mencecaranya dengan bertanya, “Apakah Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyuruh?”.
Satu tersangka lainnya, yakni Rohainil Aini, sudah dipastikan ditangkap dan sedang dibawa ke Mabes Polri Polri. “Sebentar lagi,” ujar seorang petugas. Yophiandi





