PDIP Nilai Reshufle Terlambat
Sabtu, 14 April 2007 | 17:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekertaris Jendral PDI Perjuangan Pramono Anung menilai rencana pemerintah
untuk merombak kabinet sebagai sesuatu yang agak terlambat. Alasannya, di akhir tahun 2007 semua kekuatan politik sudah berpikir untuk pemilu 2009.
"Presiden mau reshufle ya reshufle aja tapi jangan jadi komoditi. Jangan bilang mau reshufle tapi tidak jadi," kata Anung seusai menghadiri Rakor Badan Pemenangan
Pemilu DPD PDIP Jawa Tengah, di Solo, Sabtu (14/4).
Menurut Anung, saat ini sudah mulai pembahasan RUU Politik dan konfigurasi politiknya pun sudah berubah dengan cepat. "Karenanya reshufle saat ini agak
terlambat, karena sudah pada berpikir untuk 2009," ujarnya.
Saat ditanya apakah itu berarti SBY-JK memanfaatkan momentum reshufle sebagai upaya presiden atau wakil presiden mengkonsolidasikan kekuatan untuk pemilu 2009, Anung hanya menjawab singkat, "Monggo-monggo saja (kalau seperti itu)," kata dia.
Menurut Anung, kekuasaan itu berada di tangan rakyat bukan di tangan pemerintah. Kalau rakyat tidak puas terhadap pemerintah, ya rakyat boleh memilih yang dipercaya. imron rosyid





