Partai Politik Jangan Tunggangi Reshuffle

Minggu, 15 April 2007 | 11:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengamat politik Ikrar Nusabakti meminta Presiden agar tidak terjebak dalam kepentingan partai politik. Ikrar menanggapi isu perombakan kabinet yang santer terdengar beberapa waktu terakhir ini. "Sepanjang tujuan resuffle untuk kemajuan dan perbaikan tidak ada salahnya," kata Ikrar.

Ia berharap perombakan ini berdasarkan kapabilitas dan kemampuan seseorang. Dia menyarankan, bila Presiden memang membutuhkan ahli untuk menduduki jabatan tertentu maka tidak usah ragu. "Saya kira keputusan yang baik tidak harus dijegal di parlemen," tambahnya.

Meskipun sepakat dengan rencana resuffle, Ikrar masih kuatir reshuffle digunakan untuk kepentingan partai. Banyak partai, ujarnya, yang mendukung rencana perombakan kabinet ini namun tak satu pun dari mereka yang mau kehilangan kursi. "Contohnya PKB dan Golkar, mereka mendukung asal jatah partai tetap atau bertambah," katanya.

Perombakan itu, kata Ikrar, sangat tergantung pada hasil evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan Presiden. Namun, kinerja tak hanya bergantung pada kemampuan menteri tapi juga pemimpinnya.

Kabinet yang lambat, bisa terjadi lantaran pemimpin tidak jelas arah dan kurang berani mengambil keputusan. "Kalau setiap tahun ganti menteri, bisa saja presiden yang tidak becus," katanya mencontohkan.

Reh Atemalem Susanti






Komentar Anda

Kirim