Kerusakan Ekologis Sebabkan Kemiskinan di Indonesia

Kamis, 19 April 2007 | 17:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah pengamat menilai tingginya angka kemiskinan yang terjadi di Indonesia saat ini akibat kerusakan ekologis. Pemiskinan itu terjadi karena ekspolitasi sumber daya alam secara berlebih.

Duta Besar PBB untuk Millenium Development Goals (MDGs) Asia Pasifik, Erna Witoelar menyatakan perusakan lingkungan menyebabkan masyarakat semakin miskin karena rusaknya sumber daya potensial. "Angka kemiskinan akan terus naik seiring dengan kerusakan lingkungan," kata dia.

Berdasarkan hasil evaluasi program MDGs di Asia Pasifik, tahun 2006 Indonesia dinilai mengalami penurunan pencapaian target MDGs. "Penurunannya sangat parah," kata dia dalam diskusi "Pemenuhan dan Pemulihan Keadilan Ekologis," Kamis.

Penyebab utamanya adalah bencana alam akibat kerusakan ekologis dan konflik politik. Mundurnya pencapaian pembangunan itu, kata dia, menyebabkan masyarakat semakin miskin, akses pada sarana pendidikan dan kesehatan minim dan lingkungan yang semakin rusak.

Menurut Erna, untuk mengurangi kerusakan ekologis seperti deforestrasi, seharusnya pemerintah harus menggerakkan petani dan masyarakt adat. Sebagian besar masyarakat miskin, kata dia, ada di pedesaan. "Perlu ada pemberdayaan masyarakat adat agar tidak ada lagi penebangan hutan," katanya.

Pengamat ekonomi Rizal Ramli menilai perbaikan ekonomi bisa dilakukan seiring dengan perbaikan ekologis dengan syarat ada perbaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, yang harus diprioritaskan oleh pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan perkapita.

"Perlu ada upaya untuk mengurangi kemiskinan agar kerusakan lingkungan juga turun," katanya. Menurutnya, berdasarkan data Susenas angka kemiskinan dan pengangguran mencapai 17,75 dan 10,4 persen. Ninin Damayanti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: