Presiden Harus Jelaskan Alasan Reshuffle
Sabtu, 21 April 2007 | 15:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Praktisi hukum, Luhut M.P. Pangaribuan, meminta Presiden Yudhoyono menjelaskan alasan digantinya beberapa menteri awal Mei mendatang.
"Reshuffle tidak perlu diwacanakan, tapi dijelaskan saja alasannya setelah putusan," ujarnya saat ditemui Tempo usai diskusi membedah reshuffle di Jakarta hari ini.
Luhut berharap Presiden jujur kepada masyarakat terkait rencananya tersebut. "Apakah tawar-menawar secara politik, demi rakyat atau malah kampanye Pemilu 2009," katanya.
Menurutnya, rencana reshuffle memang harus dilakukan jika melihat kinerja menteri, khususnya di bidang hukum. "Tidak ada leadership yang ditunjukkan Menteri Hukum dan HAM beserta jajarannya," kata Luhut.
Luhut mencontohkan kasus uang Tommy di BNP Paribas. "Kasus itu diberitahu oleh mereka, bukan pejabat hukum kita yang proaktif mencari tahu," tambahnya. Sesampainya di sana, pejabat hukum Indonesia tidak bisa mengklaim uang Tommy sebagai uang negara, pasalnya tidak pernah ada kasus tentang uang tersebut.
Di tempat yang sama, Pande Raja Silalahi, pengamat ekonomi CSIS, menilai Menteri Perindustrian Fahmi Idris dan Menteri Negara BUMN, Sugiharto, patut diganti. "Mereka tidak perform," katanya.
Setali tiga uang dengan Luhut, pengamat politik Hermawan Sulistyo minta Presiden tidak terjebak partai politik ketika mengganti menteri. Presiden yang sudah dua tahun menjabat harusnya mampu memberikan tamparan-tamparan kepada menteri yang kinerjanya buruk.
Terkait pengumuman reshuffle yang masih dua minggu lagi, Hermawan berharap Presiden mempercepat. "Besok saja, saya yakin kredibilitas Presiden akan naik jika dipercepat."
Reh Atemalem Susanti





