Pabrik Sepatu Terbakar, Kerugian Milyaran Rupiah

Rabu, 25 April 2007 | 23:02 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:
Pabrik Sepatu dan dua gudang tanpa merek milik Ahong dan adiknya Ati di Gang Kosasih, RT 01/07, Kelurahan Cikaret, Kota Bogor Selatan habis terbakar, Rabu (25/4) malam.

Percikan api mulai membakar pabrik sekitar pukul 18.15 Wib. Sampai berita ini ditulis api masih berkobar. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah.

Saksi mata mengatakan, petang itu, hujan deras disertai petir mengguyur Bogor. setelah terdengar petir menggelegar, tidak lama muncul percikan api. Karena disekitarnya banyak bahan yang mudah terbakar, api cepat membesar.

Beberapa pegawai pabrik yang belum pulang berusaha memadamkan api. Namun api sudah menyambar beberapa drum berisi lem cair.

Setelah bunyi ledakan keras, api semakin membara. Warga berusaha membantu sebisanya dengan menyiramkan air dan menggunakan pasir untuk memadamkan api. Tapi api semakin membesar.

Ahong dan keluarga yang bertempat tinggal bersebelahan dengan pabrik langsung mengungsi. Warga yang rumahnya bertempat tingal di belakang pabrik juga mulai mengeluarkan barang-barangnya.

Api yang melalap pabrik milik Ahong merembet ke pabrik milik adiknya yang berada di sebelahnya. Tempo menyaksikan api yang semakin besar membuat pasukan pemadam kebakaran sibuk memasang selang air. Sedikitnya 6 unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi tersebut. Karena apinya besar, warga yang semula membantu memilih menjauh dari lokasi.

Menurut Lukito, kerabat Ahong, sedikitnya ada 4 bangunan yang terbakar, “Kerugian ditaksir milyaran rupiah,” kata Lukito di lokasi kejadian.

Sampai pukul 20.30 api masih membara, karyawan pabrik kembali sibuk memadamkan api, saat mobil pemadam kebakaran kehabisan air. Mereka membantu memadamkan api dengan pasir. Tidak lama, belasan mobil tangki air datang membantu memasok air. Meskipun 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, api masih membara di pabrik yang luasnya sekitar 1.500 meter persegi yang memiliki 200 lebih karyawan. Deffan Purnama

TOPIK






Komentar Anda

Kirim