Kalla Tarik Azyumardi Azra ke Kantornya

Kamis, 26 April 2007 | 18:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekretariat Negara hari ini mengganti tiga pejabat di lingkungan Sekretariat Wakil Presiden. Staf Ahli Menteri Dalam Negeri, Tursandi Alwi, dilantik menjadi Sekretaris Wakil Presiden menggantikan Gembong Prijono yang memasuki masa pensiun.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla, menilai Tursandi cocok untuk menjabat sekretaris wapres karena sudah matang pengalaman dalam birokrasi pemerintahan. Tursandi sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Lampung dan Kalimantan Selatan.

"Dia itu sangat senior, semua jenjang birokrasi sudah dijalani mulai dari wakil camat sampai empat kali jadi pelaksana gubernur," kata Kalla dalam sambutannya pada Lepas Sambut Seswapres di Istana Wapres, Kamis (26/4).

Sementara itu mantan Rektor Universitas Islam Nasional Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra, diangkat menjadi Deputi Sekretaris Wapres Bidang Kesejahteraan Rakyat menggantikan M. Yusuf Asri. Deputi Sekretaris Wapres Bidang Ekonomi, Susiati B. Hirawan, akan kembali mengajar di Universitas Indonesia dan posisinya diganti oleh Tirta Hidayat yang sempat menduduki posisi Eselon I di Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kalla sendiri menilai wajar seringnya pergantian staf di kantornya
karena alasan pensiun karena umumnya posisi di kantor wapres diisi oleh pejabat senior. "Karena kantor wapres memberikan (masukan) pemikiran kepada presiden maka staf wapres harus lebih senior dibanding staf di tempat lain, " ujarnya.

Jika staf tidak senior, kata dia, justru kantor wapres akan sulit menjalankan fungsinya membantu presiden menjalankan pemerintahan. Staf senior, lanjutnya, lebih memahami masalah kenegaraan.

Kalla berharap pergantian pejabat tidak menurunkan kinerja kantor wapres yang menurutnya salah satu yang terbesar di dunia tersebut. Kalla berharap birokrasi di kantornya tidak ikut-ikutan bekerja lambat akibat takut mengambil resiko sebab kinerja pemerintahan jga bergantung pada kantor wapres. "Apa saja saat ini kalau mau jalan biasanya minta Keppres atau notulen rapat wapres," tambahnya.

Sementara itu Gembong dalam sambutannya mengaku dirinya belajar banyak selama 20 bulan menjabat Sekretaris Wapres. "Ekonomi yg dijalankan oleh wapres tidak dtemukan dalam textbook tapi bisa menjalankan ekonomi yang stagnan," kata Gembong

OKTAMANDJAYA WIGUNA






Komentar Anda

Kirim