Muhammadiyah Ajak Umat Islam Perangi Kemiskinan

Jum'at, 27 April 2007 | 11:16 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sidang Tanwir Muhammadiyah mengajak umat Islam meninggalkan jihad dengan teror dan kekerasan. Muhammadiyah juga menyeru jihad dilakukan dengan perang melawan kebodohan, ketertinggalan dan kemerosotan akhlak di masyarakat.

Demikian salah satu poin yang disampaikan Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Rosyad Soleh dalam rapat pleno pertama Sidang Tanwir di Yogyakarta. "Jihad dengan kekerasan seperti teror, bukan karakter umat Islam Indonesia. Dalam banyak kasus, aksi terorisme justru menimbulkan korban di kalangan kaum muslimin dan dampaknya justru memperburuk citra Islam," kata Rosyad.

Aksi terorisme yang dilakukan orang Islam dengan klaim bertujuan jihad, kata Rosyad, di satu sisi justru menguntungkan kalangan Islamphobia karena mereka mempunyai legitimasi bahwa Islam identik dengan kekerasan. Di sisi lain, kata dia, posisi umat Islam akan tersudut dan citra Islam menjadi buruk.

Rosyad menambahkan, jihad yang mesti dilakukan kaum muslimin, adalah perang melawan kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan di berbagai bidang. Caranya, kata dia, umat Islam harus memajukan pendidikan, peningkatan sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat. syaiful amin

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: