Negara Industri Paling Bertangung Jawab Terhadap Pemanasan Global

Jum'at, 27 April 2007 | 13:55 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban mengatakan negara-nagara industri harus obyektif dan menghargai upaya Indonesia mengurangi pemanasan global.

Indonesia, menurut Kaban, sudah berupaya penghijauan dan rehabilitasi lahan kritis untuk mengurangi dampak terhadap naiknya suhu bumi akibat kerusakan hutan.
Dalam empat tahun terakhir, Indonesia mampu menekan perusakan hutan sekaligus merehabilitasi lahan kritis.

Upaya rehabilitrasi itu, kata Kaban, berkaitan erat dengan komitmen Indonesia mengurangi pemanasan suhu bumi.
Negara maju, menurut Kaban, seharusnya tidak selalu menyalahkan negara berkembang sebagai penyebab meningkatnya suhu bumi.

Faktanya, 80 persen penyebab pemanasan global bersumber dari industri. "Negara industri paling bertanggung jawab terhadap pemanasan global," kata Kaban kepada Tempo di Medan pagi ini.

Kaban akan mengajak negara-negara berkembang menuntut tanggung jawab negara industri terhadap pemanasan global.
"Negara industri harus membeli udara bersih dari negara yang masih memiliki hutan tropis cukup baik seperti Indonesia dan Afrika, bukan malah menuding pemanasan global karena deforestasi hutan saja," kata Kaban.

Sahat Simatupang






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: