DPR RI Desak Amerika Keluar Dari Irak

Minggu, 29 April 2007 | 23:00 WIB

TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Ketua DPR RI Agung Laksono dalam pembukaan Pertemuan Parlemen Dunia (Inter Parlimentary Union - IPU) di Nusa Dua,
Bali, Ahad (29/4). Irak menjadi tidak stabil akibat Amerika Serikat dan sekutu gagal menyelesaikan tindakan atas sebuah negara yang berdaulat. "Sangatlah tidak bermoral manakala kedaulatan sejati yang seharusnya
dimiliki rakyat Irak masih dikendalikan oleh kepentingan asing," kata Ketua DPR RI ini.

Pernyataan ini langsung disambut applaus panjang 1329 delegasi dari 126 negara. Selain meminta AS keluar,
IPU, kata Agung, juga dapat meminta masyarakat internasional agar PBB berperan menjaga stabilitas keamanan dan mengembalikan kedaulatan rakyat Irak.

Dia menekankan, supaya parlemen dunia mengecam penyelesaian konflik antarbangsa melalui kekerasan karena seharusnya dengan cara damai dan dialog. Dia mencontohkan, kekerasan Israel saat agresi ke Libanon tahun lalu. "Proses perdamaian di Timur Tengah harus menggunakan cara dialog," tegasnya.Demikian pula dengan penyelesaian isu nuklir Iran.

Sidang IPU  berlangsung hingga 4 Mei mendatang. Tiga isu penting akan menjadi fokus pembahasan, yakni: penghormatan terhadap keragaman, penciptaan lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran dan persamaan hak
dalam kerangka nilai demokrasi. Pembahasan mengenai dampak perubahan iklim global juga menjadi fokus pembicaraan.

Adapun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, dunia sudah terintegrasi menjadi satu sistem global. Namun perdamaian belum bisa diciptakan sepenuhnya karena masih adanya hot spot di berbagai belahan dunia seperti di Irak, Palestina, Libanon, Sudan, dll. Kesinambungan perdamaian juga terganggu oleh kantong
kemiskinan dan  kekecewaan dalam hubungan antarbangsa. "Senjata massal juga menyandera perdamaian," katanya sambil berharap, IPU bisa mengatasi masalah itu.

Indonesia telah berusaha memberi sumbangan dalam perdamaian dengan berdialog antarbangsa. Satu diantaranya dialog antara tokoh Sunni dan Syiah Sementara itu, Yudhoyono dam Perdana Menteri Inggris Tony Blair telah meresmikan Islamic Advisory Board untuk meningkatkan saling pengertian antara Islam dan Barat.

Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: